<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Waraskita - Warung Aspirasi Kita</title>
	<atom:link href="http://waraskita.net/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://waraskita.net</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 31 Oct 2011 00:41:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.3</generator>
		<item>
		<title>Kunjungan Pak Budi Soehardi Dari Panti Asuhan Roslin</title>
		<link>http://waraskita.net/profil-liputan/kunjungan-pak-budi-soehardi-dari-panti-asuhan-roslin</link>
		<comments>http://waraskita.net/profil-liputan/kunjungan-pak-budi-soehardi-dari-panti-asuhan-roslin#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Oct 2011 00:38:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Robert Ongko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Profil & Liputan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://waraskita.net/?p=771</guid>
		<description><![CDATA[Kami masyarakat Chicago telah diberkati dengan kunjungan Pak Budi Soehardi, pendiri Panti Asuhan Roslin (Roslin Orphanage) dan CNN Hero 2009 pada tanggal 16 October 2011 yang lalu.  Sedikit informasi tentang...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_773" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://waraskita.net/wp-content/uploads/2011/10/budi1.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-773" title="Robert dan Chris bersama Pak Budi" src="http://waraskita.net/wp-content/uploads/2011/10/budi1-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Robert dan Chris bersama Pak Budi</p></div>
<p style="text-align: justify;">Kami masyarakat Chicago telah diberkati dengan kunjungan Pak Budi Soehardi, pendiri Panti Asuhan Roslin (Roslin Orphanage) dan CNN Hero 2009 pada tanggal 16 October 2011 yang lalu.  Sedikit informasi tentang latar belakang Panti Asuhan Roslin.  Panti Asuhan Roslin terletak di Timor Barat, sekitar 10 menit dari &#8220;Bandara Eltari&#8221; di Kota Kupang. Didirikan oleh Pak Budi dan istri, Ibu Peggy, yang secara resmi dibuka oleh provinsi Nusa Tenggara Timur Gubernur pada tanggal 6 Maret 2002.  Pak Budi sehari-harinya bekerja sebagai seorang pilot maskapai penerbangan dengan Singapore Airlines dan Ibu Peggy adalah pramugari udara dengan Garuda selama 9 tahun, kemudian Ibu Peggy menjadi seorang istri rumah dan sekarang sebagai pengambil perawatan dan manajer untuk panti asuhan Roslin.  Sampai April 2011, Panti Roslin telah mengasuh 70 anak-anak yang mayoritas dari mereka berada di bawah 10 tahun dan mereka telah tinggal di panti asuhan semenjak mereka bayi yang hanya beberapa hari saja umurnya. Anak bungsu adalah 6 bulan dan tertua adalah 21 tahun.  Ukuran panti asuhan adalah 11.150 meter persegi, dengan 8 bangunan sekarang dan 4 gedung lagi akan dibangun di masa depan.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Acara perkenalan dan presentasi Pak Budi dipersembahkan oleh Elevation Project, organisasi non-profit di Chicago yang terdiri dari kelompok sukarelawan Indonesia yang percaya dalam mendukung dan mempromosikan program pendidikan di Indonesia serta bermitra dengan lokal organisasi non-profit untuk memberdayakan warga Indonesia yang tinggal di luar negeri untuk memberikan kembali kepada komunitas lokal mereka.  Elevation Project adalah salah satu pendukung Panti Asuhan Roslin.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Kunjungan Pak Budi dibagi menjadi 2 acara, pertama adalah acara presentasi oleh Pak Budi pada sore hari dan disambung dengan acara makan malam untuk ramah-tamah dan penggalangan dana pada malam harinya.  Dalam acara presentasi pada sore hari yang dihadiri sekitar 40 tamu, Pak Budi menceritakan asal mula mengapa beliau mendirikan panti asuhan tersebut yang dimulai pada tahun 1999 oleh perjalanan yang tidak direncanakan ke kamp pengungsi Timor Timur.  Setelah beberapa perjalanan ke kamp-kamp pengungsi, Pak Budi dan keluarga memutuskan untuk menjaga dan memelihara beberapa bayi yang ditinggalkan di sebuah rumah kontrakan di Kota Kupang. Setelah merasa perlu memiliki tempat yang tetap, Pak budi memutuskan untuk membangun panti asuhan sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Panti Asuhan Roslin resmi dibuka pada tanggal 6 Maret 2002.  Roslin sekarang telah menjadi rumah dan keluarga untuk banyak anak-anak yang membutuhkan.  Pak Budi berkata bahwa nama panti asuhan Roslin itu sebenarnya kurang sesuai karena mereka semua adalah satu keluarga, nama yang tepat adalah Keluarga Roslin.  Banyak anak-anak Roslin yang bermula dari bayi-bayi yang kurang gizi, yang tidak sehat dan lahir pre-mature, akan tetapi Pak Budi dan kelurga memberi mereka hidup dan harapan sehingga mereka bisa hidup memenuhi petensi mereka.  Mereka sekarang bisa belajar, bersekolah, saling membantu di panti asuhan dan belajar bermandiri tentang bagaimana menjadi wiraswasta yang sukses.  Salah satunya kegiatan di Roslin adalah mengajar anak-anak untuk membantu mereka sendiri dengan mengajarkan mereka bagaimana bertani, beberapa pelatihan keterampilan kejuruan yang berguna dan kegiatan produktif seperti penanaman kacang tanah, jagung, padi, tanaman pembibitan dan banyak lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_775" class="wp-caption alignright" style="width: 160px"><a href="http://waraskita.net/wp-content/uploads/2011/10/budi2.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-775 " title="budi2" src="http://waraskita.net/wp-content/uploads/2011/10/budi2-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Pak Budi</p></div>
<p style="text-align: justify;">Roslin mempunyai beberapa tanah di sekitar panti asuhan yang kering dan penuh semak berduri.  Pak Budi mengakui bahwa adalah suatu mujizat bahwa ketika mereka membuka tanah itu mereka menemukan sumber mata air yang terus mengalir dan dapat langsung diminum.  Tanah yang sebesar 2 hektar itu akhirnya dipakai sebagai sawah yang menyediakan beras untuk panti asuhan.  Roslin telah berswasembada beras mulai dari tahun 2008.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Pak Budi tidak hanya berhenti dengan membangun dan memenuhi kebutuhan panti asuhan Roslin di Kupang, Timor.  Pak Budi juga membantu komunitas di Timor.  Timor adalah daerah di Indonesia yang telah provinsi terkering di Indonesia di mana curah hujan adalah yang paling terendah. Timor adalah provinsi termiskin di Indonesia dimana air dan pendidikan yang hal yang paling dibutuhkan. Banyak sekolah SD yang tidak layak, dimana tembok-tembok banyak lupang, dan meja kursi untuk belajar tidak layak pakai.  Dari awal Roslin telah memfokuskan bahwa usaha untuk membantu anak-anak adalah melalui pendidikan.  Roslin telah membangun 2 perpustakaan dan kemudian dengan bantuan Rotary Internasional Roslin telah menjalankan dua perpustakaan dan 2 perpustakaan keliling untuk orang-orang yang tidak bisa datang ke perpustakaan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Air adalah sesuatu yang orang-orang di Timor Barat sangat membutuhkan, mereka sangat membutuhkan akses ke air bersih dan air minum. Anak-anak sering kali harus meninggalkan sekolah untuk berjalan beberapa kilometer untuk mengambil air dengan membawa ember-ember air.  Selama musim kemarau di Timor (Bulan Juni-November) angka kematian bayi adalah yang tertinggi terutama pada bulan Oktober dan November. Penyakit karena bakteri udara dan kurangnya air bersih untuk mencuci hal adalah faktor utama.  Roslin membantu warga Kupang dengan membagi-bagikan makanan untuk membantu warga yang kelaparan karena kurangnya air untuk membantu mereka bercocok tanam.  Roslin bekerja sama dengan Rotary Club International memulai projek air bersih di Kupang.</p>
<div id="attachment_776" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://waraskita.net/wp-content/uploads/2011/10/budi3.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-776 " title="budi3" src="http://waraskita.net/wp-content/uploads/2011/10/budi3-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Masyarakat Indonesia di Chicago bersama Pak Budi</p></div>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Apa misi masa depan Panti Asuhan Roslin?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Roslin ingin mengatur asrama dengan lebih efisien untuk meningkatkan sekolah mereka, membangun sebuah sekolah yang tepat sehingga Roslin dapat mengajar dengan baik, terus memberikan makanan bergizi dan vitamin untuk anak-anak di bawah 5 tahun di dekat panti asuhan secara teratur, dan membuka perkebunan pisang dan buah-buah lainnya untuk mencukupi panti asuhan dan untuk menciptakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitar.  Roslin juga mempunyai tempat penginapan sebanyak 25 kamar untuk mencukupi kebutuhan dan juga untuk mendidik anak-anak tentang kewiraswastaan dan perhotelan.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Acara kemudian berlanjut dengan acara makan malam, di mana sekitar kurang lebih 50 tamu hadir, termasuk wakil-wakil dari Konsulat Jendral Republik Indonesia di Chicago.  Pak Budi banyak bercerita tentang kegiatan-kegiatan dan kenangan-kenangan manis dari panti asuhan Roslin.  Sumbangan sekitar Rp. 26 Juta dikumpulkan dari makan malam dan sumbangan-sumbangan lain.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Apa yang Roslin butuhkan dan bagaimana anda bisa membantu?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Roslin membutuhkan guru-guru dan para sukarelawan untuk membantu panti asuhan dan sekolah di Kupang.  Bantuan dana akan selalu membantu panti asuhan.  Silahkan kunjungin situs Roslin untuk informas lebih lanjut.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.roslinorphanage.org/"><strong>http://www.roslinorphanage.org</strong></a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Pak Budi mendapat berkah atas jiwa social dan pengorbanan beliau dengan memenangkan gelar CNN Hero 2009.  Nasihat Pak Budi kepada kita generasi yang lebih muda:</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">- Bermimpilah yang besar, capailah dengan pelan-pelan akan tetapi lakukan segera.</p>
<p style="text-align: justify;">- Jangan lewatkan kesempatan untuk melakukan langkah nyata yang kemudian.  Berlangkah terus untuk mencapai tujuan anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Rintangan adalah sesuatu yang harus kita atasi, bukan sesuatu yang menghambat kita untuk lebih maju.</p>
<p style="text-align: justify;">Ikuti Warung Aspirasi Kita (Waraskita) di <strong><span style="text-decoration: underline;"><a href="http://www.facebook.com/waraskita" target="_blank">Facebook</a></span></strong> dan <a href="http://www.twitter.com/waraskita" target="_blank"><strong>Twitter</strong></a>.</p>
<img src="http://waraskita.net/?ak_action=api_record_view&id=771&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://waraskita.net/profil-liputan/kunjungan-pak-budi-soehardi-dari-panti-asuhan-roslin/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kado Jogjakarta untuk Indonesia</title>
		<link>http://waraskita.net/sosial/kado-jogjakarta-untuk-indonesia</link>
		<comments>http://waraskita.net/sosial/kado-jogjakarta-untuk-indonesia#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Oct 2011 02:43:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi Waraskita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://waraskita.net/?p=760</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan oleh Romo Mutiara Andalas[1] ini dapat dibaca di Harian Jogja, Minggu 9 Oktober 2011, hal 1-2 Tiga hari lalu saya menerima pesan pendek dari seorang relawati kemanusiaan. Isinya permohonan...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://waraskita.net/wp-content/uploads/2011/10/pancasila.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-764" title="pancasila" src="http://waraskita.net/wp-content/uploads/2011/10/pancasila-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a><em>Tulisan oleh Romo Mutiara Andalas[1] ini dapat dibaca di Harian Jogja, Minggu 9 Oktober 2011, hal 1-2</em></p>
<p style="text-align: justify;">Tiga hari lalu saya menerima pesan pendek dari seorang relawati kemanusiaan. Isinya permohonan kepada saya untuk menulis surat solidaritas kepada Gereja Kristen Indonesia Taman Yasmin di Bogor. Dalam suratnya, ia menyertakan surat terbuka GKI Yasmin yang dialamatkan kepada bangsa Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">“Rongrongan tanpa dasar yang menolak keberadaan gereja di Taman Yasmin tidak pernah didasari sebuah alasan hukum atau alasan rasional. Yang ada adalah fitnah dan sentimen sempit antikeragaman dengan meniupkan sentimen anti-agama lain yang berbeda, yang berarti notabene juga anti-Bhinneka Tunggal Ika dan anti-Pancasila serta anti-UUD 1945.”</p>
<p style="text-align: justify;">Kasus seperti diderita GKI Yasmin menghunjamkan pertanyaan ke hati bangsa Indonesia. Sejak kapan keberadaan sebuah tempat ibadah, yang artinya sebuah komunitas beriman, menjadi ancaman bagi yang lain? Hati persoalannya terletak pada pandangan sekelompok kecil orang yang mendaku diri sebagai Muslim yang memandang target serangannya sebagai kafir. Penafsiran terhadap teks kitab suci yang diceraikan paksa dari konteks mengarak pelaku bertindak intoleran terhadap komunitas beriman lain. Mendaku tindakan antikemanusiannya sebagai relijius, pelaku menyangkal keberagaman dan memaksakan keseragaman.</p>
<p style="text-align: justify;">Berpaling kepada teks-teks suci Al-Quran, Allah menghendaki keberagaman (QS 49: 13) dan Nabi Muhammad mencitakan-citakan komunitas-komunitas beriman lain dalam lingkup kekuasaan politik Islam memperoleh perlindungan istimewa. Allah juga menolak kekerasan dalam agama (QS 2: 256). Dalam hubungan antarkomunitas beriman lain, semua menerima panggilan istimewa untuk menjadi teladan di ruang publik (QS 2:143) dan membangun tatanan sosial yang semakin adil (QS 3:110).</p>
<p style="text-align: justify;">Pendasaran hidup Negara Indonesia, yang ditandai salah satunya keberagaman agama, berjumpa dengan cita-cita para pendiri Negara mengenai Indonesia yang terbuka untuk semua komunitas beriman. Jogjakarta memiliki sejarah panjang sejak kelahirannya bergumul, dan kemudian merengkuh kebhinnekaan, baik agama maupun budaya, dalam hatinya. Komunitas-komunitas beriman menemukan Jogjakarta sebagai lokasi perjumpaan dan dialog keberagaman (<em>city of tolerance</em>).</p>
<p style="text-align: justify;">Seorang dosen perempuan dari sebuah perguruan tinggi Islam di Jogjakarta berkisah tentang puteranya di sebuah sekolah negeri. Pada kelas bahasa Indonesia, gurunya menuliskan contoh kalimat yang benar di papan tulis. “Orang Yahudi adalah musuh kita.” Anak dosen rekan akademik segera mengacungkan telunjuknya. Ia secara terbuka menyampaikan keberatan terhadap kalimat yang barusan diajarkan gurunya. “Agama Islam mendidik saya untuk mengasihi, bukan membenci pemeluk agama lain. Kalimat di papan tulis menyebarkan kebencian terhadap yang bukan Islam.”</p>
<p style="text-align: justify;">Persoalannya pelik ketika kelompok-kelompok tertentu yang mendaku diri agamis  memahami pluralitas secara negatif sebagai ancaman terhadap keesaan Allah. Tantangannya bagi semua komunitas beriman adalah menelanjangi pemahaman keliru mengenai pluralitas sebagai pencampuran iman dan terusannya serangan terhadap keesaan Allah. Kajian serius terhadap teks-teks suci agama justru menegaskan kehendak Allah akan keberagaman agama.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagaimana keteladanan anak kolega akademik di kelas, perlu keberanian untuk meluruskan praktek-praktek agama yang melenceng, bahkan membetulkan kesalahan di ruang-ruang publik. Jika kasus serupa jamak berlangsung di sekolah-sekolah lain, keberagaman sedang mengalami ancaman serius di Indonesia. Tragedi pendidikan terjadi ketika bahkan institusi pendidikan, alih-alih menyemai keberagaman, malahan membiakkan penyeragaman.</p>
<p style="text-align: justify;">Penutupan paksa tempat ibadah, pengrusakan, dan kekerasan terhadap komunitas beriman lain merupakan lampu merah terhadap keberagaman agama. Di tengah kasus-kasus intoleransi yang diatasnamakan Allah, Yogyakarta dapat menjadi teladan pluralitas damai. Kebhinnekaan merupakan kado ulang tahun istimewa Jogjakarta kepada Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>[1] Doktor teologi alumnus Jesuit School of Theology of Santa Clara University di Berkeley, California, dan pendidik di Universitas Sanata Dharma dan Atma Jaya Yogyakarta.</em></p>
<img src="http://waraskita.net/?ak_action=api_record_view&id=760&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://waraskita.net/sosial/kado-jogjakarta-untuk-indonesia/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Komodo Mengguncang Chicago</title>
		<link>http://waraskita.net/seni-budaya/komodo-mengguncang-chicago</link>
		<comments>http://waraskita.net/seni-budaya/komodo-mengguncang-chicago#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Sep 2011 01:01:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi Waraskita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://waraskita.net/?p=738</guid>
		<description><![CDATA[Komodo dipromosikan sebagai “The Real Wonder of the World” di Chicago. Acara bertajuk “Komodo Night in Chicago” ini digelar pada tanggal 22 September 2011 di Crystal Garden, Navy Pier, Chicago, taman di...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://waraskita.net/wp-content/uploads/2011/09/komodo1.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-739" title="komodo1" src="http://waraskita.net/wp-content/uploads/2011/09/komodo1-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Komodo dipromosikan sebagai “T<em>he Real Wonder of the World” </em>di Chicago. Acara bertajuk “<em>Komodo Night in Chicago” </em>ini digelar pada tanggal 22 September 2011 di Crystal Garden, Navy Pier, Chicago, taman di dalam gedung Navy Pier yang beratapkan gelas-gelas kaca dan didekorasi pohon-pohon palem sehingga bernuansa seperti taman Komodo.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Komodo Night</em><em> </em>dihadiri sekitar 300 undangan, terdiri dari kalangan industri pariwisata dan anggota Pacific Asia Travel Association (PATA) Midwest Chapter, wildlife community, travel biro, kalangan media elektronik dan cetak, friends of komodo di Illinois, pengusaha dan akademisi. Acara ini diselenggarakan oleh Kementerian Budaya dan Pariwisata dengan Marketeers Media Fleet dan Konsulat Jenderal RI Chicago dengan dukungan penuh “<em>Friends of Komodo”</em><em> </em>di Amerika Serikat. Hadir pula pada acara tersebut, Phillip Kottler, pakar marketing dunia dan <em>Special Ambassador for Indonesian Tourism,</em> Direktur <em>Field Museum of National History of Chicago</em><em> </em>dan Direktur <em>Shed Aquarium Ch</em>icago.</p>
<p style="text-align: justify;">Komodo Night dibuka oleh Konsul Jenderal RI Chicago, Benny Bahanadewa. Sambutan Direktur Jenderal Pemasaran Pariwisata, Kembudpar, Sapta Nirwandar yang disampaikan oleh Direktur Sarana Promosi, Esthy Astuty mengatakan bahwa Komodo dipilih sebagai ikon baru the real wonder of the world untuk mengenalkan tujuan wisata selain Bali. Chicago terpilih sebagai tempat promosi di AS setelah acara serupa diselenggarakan di Bali dan Sidney. Acara ‘<em>Komodo Night”</em><em> </em>dianggap sebagai sarana promosi yang efektif kepada masyarakat internasional untuk merasakan pengalaman di Taman Nasional Komodo sebagai <em>the real wonder of the world.</em><em> </em><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em> </em>Duta Besar RI untuk AS, Dino Patti Djalal dalam sambutan yang ditayangkan melalui video menyambut baik dilakukannya promosi Komodo di Chicago. Kepada masyarakat AS disampaikan keunikan Taman Nasional Komodo yang terdiri dari beberapa pulau sebagai <em>“jurrasic park”</em> versi Indonesia dengan habitat sekitar 5000 komodo dragon yang merupakan jenis reptile dinosaurus yang masih hidup di dunia. Dubes mengajak kalangan industri pariwisata dan masyarakat Chicago berkunjung ke Indonesia dan menyaksikan kehidupan komodo di Taman Nasional Komodo. Komodo juga terdapat di beberapa kebun binatang di AS. Selain Komodo, Pulau Flores berpotensi menjadi tempat wisata unggulan bagi masyarakat AS karena memiliki sumber kekayaan hayati yg dapat menarik wisawasan asing.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://waraskita.net/wp-content/uploads/2011/09/komodo2.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-740" title="komodo2" src="http://waraskita.net/wp-content/uploads/2011/09/komodo2-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Hermawan Kertajaya sebagai <em>Special Ambassador for Indonesian Tourism</em><em> </em>yang juga pimpinan Marketeers Media Flet, selain berbicara tentang komodo juga menyampaikan tentang beraneka ragam keunikan tujuan pariwisata Indonesia lainnya. Hermawan juga menggagas Yayasan <em>The Real Wonder of the World</em><em> </em>yang secara bertahap memperkenalkan keunikan keunikan Indonesia lainnya kepada dunia. Promosi acara ini berawal dari selisih antara New7Wonders foundation dan pemerintah Indonesia yang mengakibatkan dengan ditariknya kandidasi Komodo dari kontes New7Wonders. Kementerian Budaya dan Pariwisata akhirnya bekerja sama dengan MarkPlus untuk melakukan kampanye Komodo terpisah dari pihak international. &#8220;Saya percaya bahwa [popularitas] Komodo tidak tergantung dengan institusi pihak asing,&#8221; ujar Hermawan.</p>
<p style="text-align: justify;">Promosi “<em>Komodo Night”</em><em> </em>diawali dengan pameran koleksi kain tenun ikat dari Nusa Tenggara Timur, alat musik tradisional Sasando serta aplikasi feature Komodo untuk telfon cellular dan iPad. Para undangan disambut oleh pamong tamu yang semuanya mengenakan pakaian Flores. Acara dimeriahkan dengan penampilan tarian dan lagu-lagu Flores yang dibawakan oleh komunitas Flores Indonesia di Chicago dan musik etnis Jazz oleh Neta Aartsen Quatro.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain promosi Komodo dan seni budaya Flores, ditampilkan pula testimonial tentang Komodo dan Pulau Flores oleh <em>Friends of Indonesia,</em><em> </em>Dr. Andrea Katalin Molnar, antropolog yang pernah melakukan penelitian di Pulau Flores dan Alan Risetar, <em>Acting Divisional Manager and Collection Division Manager of  Amphibians and Reptiles, Field Museum of National History,</em><em> </em>Chicago. Kepada keduanya diberikan penghargaan sebagai <em>“Friends of Komodo</em>”. Malam promosi Komodo diakhiri dengan acara ‘<em>lucky draw”</em> dengan hadiah berupa satu tiket pulang pergi Chicago – Bali- Labuan Bajo, Flores dengan paket tour ke Taman Nasional Komodo yang dimenangkan oleh Alex Yoffe, anggota <em>Friends of the Gamelan of Chicago.</em> Sebagian besar hadirin menyampaikan kesan-kesan sangat positif, khususnya kalangan industri pariwisata dan travel biro di Midwest yang merencanakan paket tour dengan tujuan ke Taman Nasional Komodo. (Sumber: Pensosbud/KJRI Chicago).</p>
<p style="text-align: justify;">Ikuti Warung Aspirasi Kita (Waraskita) di <strong><span style="text-decoration: underline;"><a href="http://www.facebook.com/waraskita" target="_blank">Facebook</a></span></strong> dan<strong><span style="text-decoration: underline;"><a href="http://www.twitter.com/waraskita" target="_blank"> Twitter</a></span></strong>.</p>
<img src="http://waraskita.net/?ak_action=api_record_view&id=738&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://waraskita.net/seni-budaya/komodo-mengguncang-chicago/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenapa Saya Ingin Menjadi&#8230;..?</title>
		<link>http://waraskita.net/serba-serbi/kenapa-saya-ingin-menjadi</link>
		<comments>http://waraskita.net/serba-serbi/kenapa-saya-ingin-menjadi#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Sep 2011 19:20:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Joshua Agusta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba-Serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://waraskita.net/?p=731</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;If you&#8217;re not uncomfortable in your work as a leader, it&#8217;s almost certain you&#8217;re not reaching your potential as a leader&#8221; &#8211; Seth Godin Kalimat di atas sedikit menggelitik saya,...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><em><a href="http://waraskita.net/wp-content/uploads/2011/09/leader.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-733" title="leader" src="http://waraskita.net/wp-content/uploads/2011/09/leader-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>&#8220;If you&#8217;re not uncomfortable in your work as a leader, it&#8217;s almost certain you&#8217;re not reaching your potential as a leader&#8221;</em> &#8211; Seth Godin</p>
<p style="text-align: justify;">Kalimat di atas sedikit menggelitik saya, sewaktu saya membaca buku Seth Godin yang berjudul &#8220;Tribes&#8221;. Ia berpendapat bahwa seorang pemimpin yang baik pasti akan merasa tidak nyaman <em>(uncomfortable)</em>. Mengapa? Karena pemimpin yang baik adalah pemimpin yang <em>non-typicals</em>. Pemikirannya pasti akan berbeda dari yang lain; ia memiliki visi, nilai, dan tujuan yang mungkin agak nyeleneh, tidak tipikal dengan individu-individu lainnya. Namun, <em>time will tell</em>, bahwa apa yang dipikirkan dan dilakukannya selama ini, yang dikira orang kebanyakan adalah hal yang aneh dan tidak lazim, merupakan sesuatu yang luar biasa, yang memiliki kekuatan untuk mendobrak <em>common borders</em> yang dibentuk oleh <em>common sense</em> manusia, yang biasanya memiliki cenderung untuk mengkotak-kotakkan atau membatasi pikiran manusia. Pada saat itulah, orang tersebut akan diakui sebagai pemimpin dari <em>Tribes</em>, suatu &#8220;sekte&#8221;, apabila boleh dikatakan demikian, yang menunjukkan betapa kuatnya komunitas ini, yang dimulai dari seorang pemimpin yang kuat.</p>
<p style="text-align: justify;">Kenapa harus <em>tribes</em>? Sederhana, karena sekedar organisasi atau kelompok saja tidaklah cukup. Persaingan semakin ketat, hukum rimba semakin berlaku &#8211; <em>survival of the fittest</em>. Mereka yang tidak bisa beradaptasi dengan lingkungannya akan tersingkir dari arena persaingan. Terlepas dari mazhab apa opini ini berasal, inilah kenyataan yang ada, dan mau tidak mau setiap orang yang ada di dunia ini, baik individu ataupun kelompok, harus menghadapinya. Masalahnya, dunia bergerak dalam kecepatan yang sangat <em>rapid</em>, yang secara klise dapat diterangkan sebagai efek globalisasi dan kemajuan teknologi. Menanggapi ini, setiap individu akan membentuk kelompok-kelompok untuk mengikuti perkembangan zaman, supaya tidak tersingkir. Untuk membentuk kelompok yang kuat yang tidak kalah oleh kemajuan zaman, diperlukan seorang pemimpin yang kuat pula, yang tidak dapat dikalahkan oleh kemajuan zaman. Kelompok yang dipimpin oleh pemimpin seperti ini yang nantinya akan disebut sebagai <em>tribes</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai contoh, Seth Godin menggunakan cerita Steve Jobs, <em>co-founder</em> sekaligus mantan CEO Apple, Inc, yang sekarang menjadi <em>chairman</em> perusahaan paling <em>valuable</em> di dunia tersebut. Mendirikan perusahaan ini pada tahun 1976 bersama Steve Wozniak, Jobs memiliki visi besar untuk Apple yang mungkin akan disangka &#8220;gila&#8221; dan mustahil untuk dilakukan oleh orang-orang yang hidup pada masa itu, yakni mematahkan &#8220;tiran&#8221; perusahaan komputer terbesar di dunia saat itu, yakni IBM.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk sekedar info, pada tahun itu komputer bukanlah sesuatu yang mudah ditemukan di tiap rumah seperti sekarang. Komputer saat itu merupakan barang eksklusif yang harganya sangat mahal, dan hanya dimiliki kalangan tertentu, seperti militer dan pemerintahan, karena harganya yang sangat mahal dan ukurannya yang raksasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada saat itu, Apple didirikan dengan pemikiran bahwa setiap orang berhak memiliki komputer yang <em>user-friendly</em> untuk diletakkan di rumahnya masing-masing. Dan untuk itu, Apple akan selalu berusaha untuk <em>think differently</em>. Mungkin orang-orang akan menyangkan bahwa duo Steve ini adalah orang gila. Mana mungkin IBM, yang sudah puluhan tahun berkuasa di dunia teknologi, dipatahkan dominasinya? Mana mungkin komputer diperkecil perangkatnya dan dimiliki oleh setiap orang di rumah mereka masing-masing dengan harga terjangkau? <em>That&#8217;s impossible! Insane! Only crazy people would think that way. But, say what?</em> Mungkin benar kata pepatah, bahwa <em>ignorance is a bliss</em>. Lihatlah Apple sekarang; produk-produknya akan membuat setiap konsumen yang melihatnya terbelalak dan kehabisan kata-kata, karena setiap produk yang mereka ciptakan boleh dikatakan sebagai produk yang tidak disangka-sangka dapat dibuat oleh perusahaan apapun di dunia. Itulah sebabnya mereka menjadi perusahaan paling <em>valuable</em> di dunia saat ini, dengan pendapatan sebesar US$65.23 milyar pada tahun 2010.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekian mengenai Apple dan Steve Jobs-nya yang fenomenal. Kita kembali ke inti judul ini, kenapa kita ingin menjadi &#8211; <em>you name it</em> &#8211; apapun yang kita inginkan. Sewaktu ditanya, ingin jadi apa nanti di masa depan? Setiap orang pasti memiliki jawabannya sendiri. CEO perusahaan, direktur, manajer, bos, entrepreneur, cendekiawan, menteri, presiden, dll &#8211; yang apabila digeneralisasikan dapat diringkas menjadi 1 kata: <strong>pemimpin</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Pertanyaan berikutnya, mengapa manusia ingin menjadi &#8220;pemimpin&#8221; tadi? Sederhananya, karena manusia ingin sukses. Terlepas dari definisi sukses yang relatif untuk tiap orang, makna dari &#8220;sukses&#8221; tersebut dapat diartikan sebagai suatu kondisi yang <strong>nyaman</strong>, suatu <em>comfort zone</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Berkaca dari pernyataan Seth Godin di awal tulisan ini, juga contoh kasus mengenai Steve Jobs yang boleh dikatakan, apakah kita dapat mengkategorikan pemimpin-pemimpin yang memiliki motivasi untuk &#8220;hidup mudah&#8221;, yang saya yakin merupakan motivasi pemimpin kebanyakan, sebagai sesuatu yang benar? &#8220;Kenapa ingin mendirikan perusahaan sendiri?&#8221; &#8220;Kan enak, saya pemimpinnya&#8221;. &#8220;Kenapa ingin jadi presiden?&#8221; &#8220;Kan enak, berkuasa.&#8221; &#8220;Kenapa ingin jadi CEO?&#8221; &#8220;Kan enak, duitnya banyak&#8221;, dan sebagainya, dan sebagainya. &#8220;Bro, intinya <em>follow your passion</em> kan?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Saya semakin tidak yakin dengan anjuran tersebut. Apabila kita mengatakan <em>follow your passion</em>, maka setelah ditelusuri apakah <em>passion</em> kita, jawabannya tidak akan jauh-jauh larinya dari kekuasaan dan kekayaan. Setiap orang bisa memberi jawaban yang klise tentang makna kekuasaan dan kekayaan atau hal-hal lain, namun pada hakekatnya tetap saja inti dari semua itu merupakan <em>greed</em>, bukan?</p>
<p style="text-align: justify;">Pdt. Dr. Stephen Tong pernah mengatakan bahwa di dalam membuat pilihan dalam hidup, <em>follow your burden, not your interest</em>. Hah? Edan juga nih orang. Masa suruh ikutin beban? <em>But it&#8217;s real</em>. Tidak mungkin ada pemimpin yang akan merasa <em>uncomfortable</em>, seperti yang dikatakan Seth Godin, apabila ia hanya mengikuti <em>passion</em>-nya, yang mungkin sekarang dapat kita ubah terminologinya menjadi <em>interest</em>-nya. Dengan mengikuti beban, maka pemimpin tersebut akan merasa tidak nyaman, dan dalam ketidaknyamanan itu, potensi sesungguhnya dari pemimpin tersebut akan terlihat. Bukan berarti saya menganjurkan setiap pemimpin untuk masokis, namun di sini, saya bermaksud menyatakan bahwa <strong>janganlah kita menjadi pemimpin yang selalu mau cari nyaman.</strong> Apabila kenyamanan tersebut merupakan motivasi utama kita dalam menjadi seorang pemimpin, maka kita telah mengambil pilihan yang salah, dan kita tidak akan menjadi pemimpin yang baik.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan demikian mungkin akan terjawab mengapa pemerintahan di Indonesia, baik pusat maupun daerah, tidak pernah benar dan selalu rusak. Karena semua pemimpinnya hanya mau cari nyaman. Tidak ada semangat untuk mengabdi dan berkorban bagi negara. Orientasinya adalah <em>Return on Investment</em> dari biaya kampanye politik yang telah dikeluarkan yang biasanya menunjukkan jumlah angka nominal yang menakjubkan besarnya. Tidak heran terjadi korupsi, dan setiap kebijakan yang diambil selalu memiliki aroma kepentingan politik dari partai-partai politik mayoritas.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekiranya kita semua belajar untuk meninggalkan <em>comfort zone</em> sebagai motivasi utama menjadi seorang pemimpin. <em>Everyone want to be a leader. Of course.</em> Namun alangkah baiknya sebelum menjadi pemimpin kita menjadi seorang murid yang baik, yang mau belajar dan memikirkan dengan benar setiap motivasi, beban, dan tujuan kita menjadi seorang pemimpin. Dengan demikian, potensi kita akan keluar sepenuhnya. Sulit? Pasti sulit, karena itu merupakan tindakan <em>non-typicals</em>. Namun, <em>time will tell</em>. Steve Jobs telah membuktikannya. <em>Now, it all comes down to us.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Because people who are crazy enough to think that they can change the world, are the ones who do&#8221;</em> &#8211; Steve Jobs</p>
<p style="text-align: justify;">Ikuti Warung Aspirasi Kita (Waraskita) di <strong><span style="text-decoration: underline;"><a href="http://www.facebook.com/waraskita" target="_blank">Facebook</a></span></strong> dan <strong><span style="text-decoration: underline;"><a href="http://www.twitter.com/waraskita" target="_blank">Twitter</a></span></strong>.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Image credit: <a href="http://www.filetransferplanet.com/">http://www.filetransferplanet.com</a></em></p>
<img src="http://waraskita.net/?ak_action=api_record_view&id=731&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://waraskita.net/serba-serbi/kenapa-saya-ingin-menjadi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Angklung Indonesia Memecahkan Guiness Book of Records</title>
		<link>http://waraskita.net/seni-budaya/angklung-indonesia-memecahkan-guiness-book-of-records</link>
		<comments>http://waraskita.net/seni-budaya/angklung-indonesia-memecahkan-guiness-book-of-records#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Aug 2011 18:12:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tasia Leleury</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://waraskita.net/?p=716</guid>
		<description><![CDATA[Pada tanggal 9 Juli 2011, Indonesia mencetak rekor baru di Guinness World Records untuk Penampilan Angklung terbesar di dunia. Seperti yang kita tahu, Angklung adalah alat traditional bamboo khas Indonesia...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_718" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://waraskita.net/wp-content/uploads/2011/08/Yes-we-win-it.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-718" title="Yes we win it" src="http://waraskita.net/wp-content/uploads/2011/08/Yes-we-win-it-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Mang Ujo dan Pak Dubes merayakan keberhasilan</p></div>
<p style="text-align: justify;">Pada tanggal 9 Juli 2011, Indonesia mencetak rekor baru di Guinness World Records untuk Penampilan Angklung terbesar di dunia. Seperti yang kita tahu, Angklung adalah alat traditional bamboo khas Indonesia yang sudah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia milik Indonesia. Acara berlangsung di ibu kota Amerika Serikat, Washington DC.</p>
<p style="text-align: justify;">Acara diawali dengan konser band pada jam 1 siang dengan tampilan Reog Ponorogo, Pencak Silak, Musik Aborigin, Interfaith concert, musisi Sherina, Denada, dan Air Supply. Selain ada pertunjukan acara, ada juga stand penjual makanan. Mereka menjual berbagai macam makanan Indonesia seperti: sate ayam, sate sapi, jus alpukat, sayur kacang merah. Acara angklung dimulai pada jam 5 sore. Pada Jam 4:30 sore Mang Ujo sebagai pemandu angklung mengajak para hadirin untuk berlatih lagu “We Are the World”. Sekitar jam 5:30 sore kita memulai bermain Angklung dan pada Jam 6 di umumkan dan tercatat 5182 orang datang untuk bermain angklung.</p>
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_720" class="wp-caption alignright" style="width: 160px"><a href="http://waraskita.net/wp-content/uploads/2011/08/Semua-orang-bergembira.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-720" title="Semua orang bergembira" src="http://waraskita.net/wp-content/uploads/2011/08/Semua-orang-bergembira-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Peserta merayakan keberhasilan pemecahan rekor</p></div>
<p style="text-align: justify;">Saya pribadi sangat antusias untuk berpartisipasi dalam festival angklung ini. Saya mengundang teman Amerika untuk bisa datang berpartisipasi dalam permainan angklung ini. Menurut saya festival angklung ini sebagai ajang untuk memperkenalkan budaya Indonesia. Saya merasa terharu bisa bermain angklung bersama dengan sekian banyak teman-teman Indonesia dan juga orang-orang dari berbagai macam negara. Walaupun di hari itu udaranya sangat panas sekali namun saya tetap berantusias untuk bermain angklung dan juga, sebelum permainan angklung di mulai, saya dan teman-teman mengantri untuk membeli makanan Indonesia di salah satu stand makanan yang berjualan di Festival Angklung. Saya perlu menunggu selama 45 menit lamanya. Sangat tidak sia-sia karena makanan memang enak.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepuasan yang saya rasakan dari festival angklung ini terjadi ketika pengumuman akan jumlah pemain angklung melebihi target yang diharapkan, yaitu sebanyak 5182 peserta. Sewaktu saya dalam perjalanan menuju pulang ke rumah, di dalam kereta saya banyak melihat orang-orang membawa angklung dan ada beberapa orang yg bertanya kepada saya apa itu barang yang saya pegang? Ada orang yg duduk di sebelah saya, orang Amerika, yang juga hadir dalam permainan angklung membantu mejelaskan. Sungguh gembira Indonesia menjadi terkenal juga setelah adanya festival ini.</p>
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_719" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://waraskita.net/wp-content/uploads/2011/08/Sertifikat-tanda-bukti-kita-berpartisipasi.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-719 " title="Sertifikat tanda bukti kita berpartisipasi" src="http://waraskita.net/wp-content/uploads/2011/08/Sertifikat-tanda-bukti-kita-berpartisipasi-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Sertifikat tanda bukti kita berpartisipasi</p></div>
<p style="text-align: justify;">Berikut adalah komentar dari teman saya yang warga negara Amerika: “Saya sangat bangga bisa ambil bagian dalam permainan angklung ini. Saya sangat beruntung kalau teman saya yang sekaligus adalah bekas teman sekerja saya, orang Indonesia mendorong saya untuk ikut bermain angklung. Saya sangat tertarik dengan kesempatan untuk bermain alat musik dari negara lain dan tidak dipungut biaya untuk berpartisipasi di dalamnya. Kesempatan ini cuma terjadi satu kali seumur hidup karena ternyata bisa masuk di dalam Guiness World Record. Sebagai mantan pemain musik, saya sangat menikmati bisa bermain musik berasama dengan lebih dari 5100 peserta dan sangat bersyukur untuk Kedutaan besar Indonesia yang telah meng-host acara ini. Saya harap bisa ada event seperti ini lagi dan saya akan membawa lebih banyak teman lagi.”</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan pidato Pak Dino Patti Djalal, Duta Besar Indonesia untuk AS, dia sangat terharu bisa melihat banyak masyarakat dari berbagai bangsa turut berbartisipasi dalam acara angklung ini. Walaupun kita berbeda-beda dari berbagai macam kultur dan budaya namun kita bisa bersatu dalam acara festival angklung ini. “Inilah arti dari multi-kulturalisme” ujar Pak Dubes.</p>
<p style="text-align: justify;">Ikuti Warung Aspirasi Kita (Waraskita) di <strong><a href="http://www.facebook.com/waraskita" target="_blank">Facebook</a></strong> dan <strong><a href="http://www.twitter.com/waraskita" target="_blank">Twitter</a></strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Berikut adalah video laporan dari Voice of Indonesia (VOA) mewancarai Daeng Ujo, konduktor Angklung dan beberapa warga asing peserta angklung:</p>
<p style="text-align: justify;"><iframe width="480" height="390" src="http://www.youtube.com/embed/DzuGImnyJAU" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p style="text-align: justify;"><iframe width="480" height="390" src="http://www.youtube.com/embed/tgpU9yDLZk8" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<img src="http://waraskita.net/?ak_action=api_record_view&id=716&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://waraskita.net/seni-budaya/angklung-indonesia-memecahkan-guiness-book-of-records/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prestasi dan Inspirasi Blue Bird Group</title>
		<link>http://waraskita.net/ekonomi/prestasi-dan-inspirasi-blue-bird-group</link>
		<comments>http://waraskita.net/ekonomi/prestasi-dan-inspirasi-blue-bird-group#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Jul 2011 09:12:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Setra Yappi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://waraskita.net/?p=712</guid>
		<description><![CDATA[Tidaklah heran jika taksi Blue Bird dikenal baik karena kualitas layanannya. Semua adalah kesengajaan dari pihak Blue Bird Group (BBG), di mana kepuasan pelanggan dinomorsatukan dengan taktis. Kebanggaan sejumlah pengemudi...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://waraskita.net/wp-content/uploads/2011/07/bluebird.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-713" title="bluebird" src="http://waraskita.net/wp-content/uploads/2011/07/bluebird-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Tidaklah heran jika taksi Blue Bird dikenal baik karena kualitas layanannya. Semua adalah kesengajaan dari pihak Blue Bird Group (BBG), di mana kepuasan pelanggan dinomorsatukan dengan taktis. Kebanggaan sejumlah pengemudi Blue Bird yang sempat ditemui akan kesuksesan BBG memberikan inspirasi untuk pembahasan <em>business model</em> BBG berikut ini.</p>
<p style="text-align: justify;">BBG berawal dari ambisi seorang ibu, Mutiara Siti Fatimah Djokosoetono, SH, yang berjuang untuk nasib keluarganya saat sang suami pergi meninggalkan dunia. Ditinggalkan dengan tiga orang anak, Ibu Mutiara, dengan ide kreatifnya,  menggunakan beberapa mobil peninggalan suami untuk usaha taksi kecil-kecilan. Ia juga mengundang para janda pahlawan untuk bergabung dengan meminjamkan mobil-mobil mereka untuk ide bisnis ini. Dua anaknya, Chandra Suharto dan Purnomo Prawiro yang nantinya menjadi eksekutif di BBG, membantu menerima order, menjadi pengemudi, dan memasarkan servis taksi yang awalnya tidak terdaftar secara resmi. Ibu Mutiara kemudian mencoba mendapatkan lisensi taksi dari Gubernur DKI, tapi ditolak karena dianggap tidak berpengalaman. Tak kunjung menyerah, ia mengumpulkan rekomendasi dari para klien dan hotel-hotel yang sudah mengalami layanannya. Akhirnya, ijin resmi pun didapatkan, dan tak lama rumah keluarga mereka dijaminkan ke bank untuk mendapatkan pinjaman modal. Modal ini lah, beserta 25 taksi, yang mengawali sejarah perusahaan Blue Bird Group.</p>
<p style="text-align: justify;">BBG saat ini tak dapat diremehkan dari segi apa pun. Usaha layanan taksi telah berkembang sangat pesat dalam 40 tahun terakhir hingga merambat ke berbagai kota dan industri di Indonesia. Keberadaan taksi Blue Bird dikenal dengan berbagai <em>branding</em> – contohnya di Surabaya, ada Surabaya Taksi, Pusaka Nuri, Pusaka Sentra, dan Pusaka Prima. Ini hanya terbatas pada servis taksi reguler; masih ada Silver Bird, Golden Bird, dan Big Bird yang menawarkan layanan taksi ekslusif, persewaan mobil dan bus. BBG juga berkompetisi di industri pengiriman ekspedisi, perhotelan, dan perakitan kendaraan bermotor. Selain sukses dalam ekspansinya, BBG mendapat berbagai penghargaan dari segi kualitas layanannya, seperti <em>Certificate of Commendation</em> dari kepala Departemen Pertahanan di <em>US Embassy Force Protection Detachment</em> untuk keamanan servis taksi Blue Bird untuk warga asing di Indonesia. Enam kali berturut-turut BBG memenangkan Indonesia Most Admired Company Award dari Frontier Research Consulting Group, termasuk untuk tahun 2011. Yang dinilai adalah komitmen BBG pada performa, <em>corporate social responsibility</em>, serta kredibilitas dan kesejahteraan stafnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Begitu mengagumkan cara konkrit BBG menjaga nama baik dari keadaan<em> fleet</em> taksi yang dikirim ke masyarakat setiap harinya. Dari cerita beberapa pengemudi Blue Bird, saat <em>shift </em>mereka dimulai, setiap unit taksi sudah dalam keadaan bersih luar dalam. Setiap 2 minggu sekali taksi divakum. <em>Maintenance</em> pun dilakukan dengan ketat sesuai dengan kilometer masing-masing unit, supaya keadaan seluruh bagiannya selalu dalam kondisi prima. Baterai diganti sebelum habis, juga ban sebelum aus. Tidak akan ditemukan taksi Blue Bird dengan pegangan pintu yang copot atau AC yang tidak berfungsi. Supir tidak diperbolehkan merokok di dalam ‘ruang kerjanya’. Kalau ada penumpang yang memutuskan untuk merokok, maka dengan sopan supir akan meminta ijin untuk membuka jendela. Saat penumpang turun, otomatis sang supir akan berusaha dengan caranya sendiri agar tak ada bekas bau rokok yang menempel. Umur setiap unit hanya dibatasi pada lima tahun. Setelah mencapai lima tahun, unit tersebut akan dilelang setelah dilakukan <em>maintenance</em> akhir, termasuk mengecat <em>exterior</em>-nya. Aku salah satu narasumber, taksi seringkali masih dalam keadaan yang bagus saat terjual dan <em>bidder </em>dihadapkan dengan banyak pilihan warna.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Human resources,</em> sebagai faktor penting pendukung segala jenis institusi yang jarang mendapatkan pengakuan, adalah kunci prestasi BBG. Untuk divisi transportasi, para supir taksi adalah <em>ambassador </em>budaya korporasi yang ditanamkan. Mulai dari penyeleksian, prosedur disesuaikan dengan budaya masyarakat Indonesia untuk mengusahakan<em> image </em>yang baik–supir tidak boleh bertato dan harus muncul berpakaian rapi. Setelah diterima, ada masa pelatihan yang berlangsung 3 bulan, termasuk pelatihan <em>customer service</em> mengajarkan segala kode etis yang dirancang khusus untuk menghasilkan layanan taksi yang nyaman. Ketika penumpang naik ke unit Blue Bird, sang pengemudi mengikuti inisiatif para penumpang dalam pembicaraan, tanpa memulai dialog, dan bertutur kata dengan sopan. Jika penumpang memutuskan untuk diam sepanjang jalan, maka supir pun tak diperbolehkan bersuara; mungkin untuk mengakomodasi kebutuhan akan ketenangan. Sesuai aturan, pengemudi dipastikan tidak memakai  kacamata hitam dan selalu berpakaian rapi, berkemeja lengan pendek dengan warna khas biru muda Blue Bird yang dimasukkan ke celana berwarna gelap. Untuk memastikan servis yang nyaman, BBG pun menginvestasikan asetnya untuk membentuk tim buser yang menyamar sebagai pengemudi Blue Bird ataupun pengemudi mobil awam. Tim buser juga lah yang bertugas menangkap pengemudi yang mencoba membawa penumpang tanpa menjalankan argometer. Usaha ini disesuaikan dengan lampu di belakang mobil: lampu menyala jika argometer dinyalakan dan ada tidaknya penumpang bisa terlihat dari kaca jendela. Jika tertangkap, tiada kompromi untuk sang pengemudi.  Dengan langkah-langkah konkrit seperti ini, komitmen terhadap integritas berbisnis dan layanan klien tak diragukan.</p>
<p style="text-align: justify;">Di samping mendidik SDM tentang integritas, sudah sejak lama BBG mengerahkan tenaga untuk memperhatikan kesejahteraan tenaga kerjanya sebagai pertanggungjawaban sosial. Dua hal penting yang merupakan unsur penting untuk pengembangan masyarakat, tapi sering terlupakan, adalah pendidikan dan jaminan sosial. BBG dibangun dengan program beasiswa untuk anak-anak pegawai BBG dan dana pensiun, sesuai dengan keinginan Ibu Mutiara.  Perhatian seperti ini masih sangat jarang ditemukan di perekonomian Indonesia. Sangatlah lumrah jika kebanggaan dikabarkan dengan tulus oleh para pengemudi Blue Bird yang merasakan keuntungan menjadi bagian dari BBG &#8212; anak-anak yang terdidik dan tabungan di hari tua. Bonus seperti naik haji untuk umat Islam dan liburan ke Israel untuk umat Kristen juga terdengar. Adapun pandangan pesimis dari salah satu narasumber. Ternyata program beasiswa sekarang hanya tersedia untuk anak-anak supir taksi yang berperingkat satu sampai tiga di tingkat SD sampai SMU. Katanya, ini adalah penyempitan jika dibandingkan dengan saat Ibu Mutiara masih hidup. Selain itu, dana pensiun dikelola sendiri oleh BBG sehingga kebijakan-kebijakan perusahaan kadang-kadang menyentuh dana ini, seperti pemotongan dana saat terjadi kecelakaan yang harus dipertanggungjawabkan oleh pengemudi taksi. Mungkinkah kompetisi dan pergantian personnel BBG menyebabkan perubahan dan kebijakan ini? Semoga komitmen pada <em>employee welfare</em> tetap dijaga dan tidak memudar dengan waktu dan persaingan, mengingat Ibu Mutiara juga mungkin akan memperjuangkan ini seandainya ia masih berada di dunia. Apalagi berita-berita tentang BBG masih diwarnai dengan kabar baik, seperti acara pemberian beasiswa pada ratusan siswa Mei lalu.</p>
<p style="text-align: justify;">Inspirasi dan keteladanan yang ditawarkan oleh kisah BBG ini selayaknya dibanggakan sebagai produk Indonesia. Sebuah model institusi yang membangun sumber daya manusia dan memiliki produk yang berintegritas dan berkualitas tinggi. Di samping kekurangannya, para anggotanya bangga akan identitas mereka di bawah sebuah <em>brand</em>. Di tengah maraknya pesimisme manusia Indonesia akan masa depan Nusantara ini, mungkin model inilah yang patut kita pelajari dan pakai sebagai referensi untuk membentuk konsep-konsep baru dalam membangun berbagai bentuk institusi di Indonesia, dalam skala kecil maupun besar. Tidak mustahil untuk membangun sebuah struktur pemerintahan yang melihat masyarakat sebagai klien, menawarkan layanan dengan komitmen kuat terhadap kualitas dan integritas. Dengan ini, kebanggaan akan identitas berbangsa Indonesia mungkin saja tidak akan jadi angan-angan lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Ikuti Warung Aspirasi Kita (Waraskita) di <strong><a href="http://www.facebook.com/waraskita" target="_blank">Facebook</a></strong> dan <strong><a href="http://www.twitter.com/waraskita" target="_blank">Twitter</a></strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">References</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.portalhr.com/majalah/edisisebelumnya/strategi/1id73.html">http://www.portalhr.com/majalah/edisisebelumnya/strategi/1id73.html</a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.bluebirdgroup.com/">http://www.bluebirdgroup.com</a></p>
<p style="text-align: justify;">Images: <a href="http://hubpages.com/hub/Vist-Indonesia">http://hubpages.com/hub/Vist-Indonesia</a></p>
<img src="http://waraskita.net/?ak_action=api_record_view&id=712&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://waraskita.net/ekonomi/prestasi-dan-inspirasi-blue-bird-group/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Diskusi: Trend Mahasiswa Indonesia Memilih Pendidikan di Luar Negeri</title>
		<link>http://waraskita.net/pendidikan/diskusi-trend-mahasiswa-indonesia-memilih-pendidikan-luar-negeri</link>
		<comments>http://waraskita.net/pendidikan/diskusi-trend-mahasiswa-indonesia-memilih-pendidikan-luar-negeri#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jun 2011 02:02:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi Waraskita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://waraskita.net/?p=696</guid>
		<description><![CDATA[Diskusi berikut adalah diskusi dari 6 teman-teman mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Amerika Serikat (AS). Diskusi ini merupakan hasil tanggapan suatu fakta bahwa semakin sedikit mahasiswa Indonesia yang...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://waraskita.net/wp-content/uploads/2011/06/kuliah.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-706" title="kuliah" src="http://waraskita.net/wp-content/uploads/2011/06/kuliah-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Diskusi berikut adalah diskusi dari 6 teman-teman mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Amerika Serikat (AS). Diskusi ini merupakan hasil tanggapan suatu fakta bahwa semakin sedikit mahasiswa Indonesia yang studi ke AS, tetapi semakin banyak yang studi ke China. Diskusi ini bertujuan untuk mengajak pembaca untuk ikut berdiskusi mengenai mana yang lebih menarik pendidikan di China atau AS, bagaimana situasi pendidikan ilmu pengetahuan, riset dan teknologi di indonesia, bagaimana ide masuknya Universitas luar negeri ke Indonesia, bagaimana pentingnya pola pikir global , serta bagaimana membangun Indonesia menjadi bangsa yang lebih maju. Diskusi ini dilakukan di medium Facebook.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>(Nama Mahasiswa ditulis dengan Initial)</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>HA:</strong> Mahasiswa Indonesia di AS turun dari 15,000 sepuluh tahun yang lalu ke 7,500 sekarang. Sebagian mengatakan bahwa kebanyakkan lari ke China. Apa pendapat kalian?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>EJK:</strong> Sebagian karena biaya pendidikan di AS semakin naik, sebagian lagi karena pendidikan di negara lain juga semakin bagus dengan biaya yang lebih murah dibandingkan AS. Apalagi ke China juga bisa sekalian belajar Bahasa Mandarin yang akan menjadi bahasa Global seperti Bahasa Inggris.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>RS:</strong> Oh yah sekarang tinggal 7,500? Baguslah, mungkin orang tua kita sudah menyadari bahwa peluang sekolah bagus tidak hanya datang dari AS, tetapi negara lain yang mempunyai peluang kerja dan koneksi yang sama atau mungkin lebih baik. Jaman dulu mungkin bisa dibilang sekolah terkenal didominasi oleh AS, tetapi sekarang tidak kalah untuk Australia, China, Malaysia dan Singapore, untuk mendapatkan pengetahuan yang sama dan cara berpikir global. Contoh saja Shanghai Engineering School punya program 4 tahun dalam Bahasa Inggris, pertukaran pelajar ke AS, diakui kombinasi US-China universitas, bagi kita orang Indonesia, ini seperti dua peluang untuk belajar lebih tentang pola pandang global.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>BW:</strong> Menurut aku, sangat bisa dipahami, ekonomi AS tidak stabil seperti dulu dan US Dollar bergerak menjadi lebih murah, sehingga sebenarnya lebih dapat dijangkau biayanya. Tetapi, anehnya, cara pandang orang tua kita melihatnya China menjadi lebih kuat beberapa tahun kebelakang dan lebih dominan di dunia global, yang biasanya dikuasai oleh orang Barat. Jadi beberapa orang tua mungkin berpikir China akan mengambil alih sehingga lebih baik mengirimkan anaknya ke China. Saya sendiri tidak melihat ini akan terjadi paling tidak sampai 8-10 tahun ke depan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>RS:</strong> Secara mental (atau intelektual) mungkin masih satu generasi lagi untuk melebihi pola pikir AS. Tetapi sudah diprediksi dengan keadaan seperti sekarang, bahwa di tahun 2016 China akan memimpin dengan <em>Gross Domestic Product (GDP)</em> paling tinggi di dunia. Orang tua mungkin terpengaruh hanya melihat perkembangan pesat ekonomi di China, yang masih tidak stabil. Tapi, siapa tahu.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>BW: @RS</strong>, kalau anda berbicara GDP dan Cadangan Devisa, China sudah pasti lebih baik dari AS, tetapi stabilitas negara, demokrasi, pemerintahan, pendidikan, dll, AS masih lebih jauh di depan daripada China. China akan membutuhkan beberapa tahun untuk membuat sistem mereka lebih stabil.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>ESL:</strong> Bisa dimengerti kalau semakin sedikit orang yang mau belajar ke AS. Ekonomi AS yang sedang kacau balau. Untuk apa datang ke AS yang sedang resesi kalau bisa ke China yang sedang booming. Mau tidak mau, aku percaya bahwa China akan menjadi salah satu kekuatan dunia. Keputusan untuk belajar di China daripada di AS bukanlah suatu pilihan yang salah. Apalagi kalau kita faktorkan bahwa banyak barang rumah tangga yang kita punya sekarang ditulis dengan &#8220;Made in China&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">AS memang masih nomor 1 dalam hal riset. Ini masih susah dikalahkan oleh orang China. Sebagian besar riset dilakukan dalam Bahasa Inggris, jadi orang China pun harus mempublikasikan karya mereka dalam Bahasa Inggris. Tetapi, sekarang banyak orang China datang ke AS untuk belajar PhD dan kemudian menjadi Professor. Sebagian dari mereka akan pulang ke negaranya dan akan mengembangkan dan memajukan ilmu teknik/pengetahuan di China. Apalagi dengan satu artikel dari Forbes[1] yang saya baca mengatakan bahwa, &#8220;<strong>70% sarjana PhD Teknik di AS, diberikan untuk warga International&#8221;</strong>. Sebagian besar dari 70% itu warga China dan India, yang akan berkembang di bidang pengetahuan dan pendidikan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>FW:</strong> Jumlah mahasiswa Indonesia di AS turun dari 14,000 menjadi 7,500, sedangkan ada 8,500 mahasiswa Indonesai di China. AS masih memimpin dalam hal ilmu pengetahuan dan teknik, dan China lebih kepada jurusan Bisnis. Apakah artinya lebih banyak mahasiswa Indonesia tertarik belajar Bisnis daripada Teknik/Ilmu Pengetahuan?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>BW: @FW</strong>, mungkin karena praktek bisnis di China lebih dapat diterapkan di Indonesia?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>ESL:</strong> Kebanyakkan orang Indonesia yang bisa belajar keluar negeri tentu berasal dari keluarga yang relatif mampu. Biasanya, ini berarti keluarga yang sudah berbisnis dan sukses. Tidak banyak orang Indonesia yang sukses melalui riset dan teknologi. Karena ini, tentu saja banyak orang Indonesia yang diarahkan ke Bisnis dan bukan Ilmu Pengetahuan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>RS:</strong> Ya mungkin saja, kita dibesarkan untuk belajar Teknik supaya mempunyai pola pikir kritis yang dapat mendukung bisnis kita. Sangat sedikit orang yang memilih menjadi Ilmuwan Murni, yang mengingatkan saya akan pertanyaan: Dengan keadaan ekonomi Indonesia sekarang, apakah lebih baik jika kita menaikkan ilmu Bisnis untuk warga Indonesia sedangkan import Teknisi/Ilmuwan International untuk bekerja dengan kita, daripada kita mempunyai sendiri Ahli Teknik atau ilmuwan matematika dari Indonesia, dimana hak paten dan jurnal publikasi masih sangat tidak dihargai di Indonesia).</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>FW:</strong> Untuk bersaing dengan negara lain seperti Singapura, Jepang dan Amerika, kita tidak bisa hanya mengandalkan pola pikir Bisnis. Kita harus bisa menggunakan dan memaksimalkan sumber daya yang kita punya dan menciptakan alat yang bisa dipakai di dunia. Kalau kita import ilmuwan dari luar, itu rasanya mustahil. Orang Indonesia saja tidak betah tinggal di Indonesia, kenapa orang luar mau?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>RS: @FW</strong>, tapi dengan keadaan Indonesia, jujur saja, siapa yang mau jadi Ahli Teknik, kalau pemerintah tidak mendukung adanya apresiasi untuk ilmu pengetahuan, teknologi baru dan riset. Orang Indonesia boleh gembar-gembor beli dan import teknologi dari luar, tetapi siapa yang mau bergantung dengan produk dalam negeri kalau harga mahal, kualitas biasa, teknologi masih jauh ketinggalan. Balik lagi ke pemerintah, apakah mereka mau kasih dukungan dana untuk mendukung ilmu Teknik/Ilmu Pengetahuan. Kalau mereka mau buat sistem yang baik, gaji tinggi untuk Ahli Teknik/Ilmu Pengetahuan, tidak ada pembajakan untuk hak patent, mungkin pelan-pelan orang Indonesia yang pintar dari luar negeri akan pulang ke Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>FW: @RS,</strong> Saya setuju bahwa sistem di Indonesia tidak sempurna, <strong>tetapi apakah kita harus menunggu sampai sistem itu sempurna atau justru kita yang membuat sistem itu sempurna?</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>EJK:</strong> Jadi tiba-tiba kepikiran pertanyaan, ketika kita ingin memilih studi di China atau AS, apakah lebih kepada faktor dalam negeri, seperti karir apa yang kita inginkan untuk sukses di Indonesia. Seperti, ingin menjadi ilmuwan murni susah tidak ada apreasiasi, lebih baik punya bisnis sendiri. Atau kepada faktor luar negeri, seperti ekonomi China yang lagi maju pesat (masa depan Bisnis modern) atau AS yang lagi turun (tetapi masih mempunyai sistem pendidikan terbaik). Atau sedikit dari kedua faktor?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>HA:</strong> Kembali kepada pendidikan, apakah kalian setuju bila institusi seperti Harvard dan Yale untuk membuka cabang di Indonesia? Kalau iya, kenapa dan klo tidak, kenapa?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>RS: @HA</strong>, kenapa tidak? Jika menguntungkan untuk Indonesia dan universitas setuju untuk <em>outsourced</em> sekolah di Indonesia, tidak akan ada yang menolak. Pertanyaannya adalah apakah Yale / Harvard akan menerima manfaat timbal balik apa tidak.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>BW: @HA,</strong> Yale dan Harvard akan mengajarkan kita pengetahuan, tetapi mengalami langsung di luar negeri akan merubah pola pikir kita menjadi pola pikir international</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>HA: @BW,</strong> lebih mudah bicara daripada aksi. Di Indonesia, DPR saja masih menentang datangnya Universitas Luar Negeri untuk masuk ke Indonesia. Bagaimana caranya supaya generasi kita di Indonesia ini bisa merubah mindset mereka?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>BW:</strong> Rasanya kita perlu ketemuan nih, rasanya topik yang sangat menarik dibicarakan antara kita dan orang lain yang tertarik, sehingga kita bisa saling membagikan pikiran kita untuk kemajuan masa depan bangsa Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>(&#8230;..akhir diskusi&#8230;..)</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;">Seperti ajakan dari teman <strong>BW,</strong> mari kita lanjutkan lagi diskusi ini dengan memberikan comment-comment dari teman pembaca. Mari kita saling membagikan pendapat demi kemajuan masa depan bangsa Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Ikuti Warung Aspirasi Kita (Waraskita) di <strong><a href="http://www.facebook.com/waraskita" target="_blank">Facebook</a></strong> dan <strong><a href="http://www.twitter.com/waraskita" target="_blank">Twitter</a></strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Referensi:</p>
<p style="text-align: justify;">[1] <a href="http://blogs.forbes.com/ciocentral/2011/01/20/danger-america-is-losing-its-edge-in-innovation/">http://blogs.forbes.com/ciocentral/2011/01/20/danger-america-is-losing-its-edge-in-innovation/</a></p>
<img src="http://waraskita.net/?ak_action=api_record_view&id=696&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://waraskita.net/pendidikan/diskusi-trend-mahasiswa-indonesia-memilih-pendidikan-luar-negeri/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Interview: Peduli Merah Putih</title>
		<link>http://waraskita.net/profil-liputan/interview-peduli-merah-putih</link>
		<comments>http://waraskita.net/profil-liputan/interview-peduli-merah-putih#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 May 2011 15:58:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi Waraskita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Profil & Liputan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://waraskita.net/?p=657</guid>
		<description><![CDATA[Redaksi Waraskita berkesempatan untuk mewancarai Pauline Tannos, salah satu pendiri dari Peduli Merah Putih (PMP), pedulimerahputih.tumblr.com. PMP adalah organisasi swasta berbasis di Jakarta, Indonesia yang mengumpulkan dana untuk membiayai sekolah anak...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://waraskita.net/wp-content/uploads/2011/05/PMP.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-687" title="PMP" src="http://waraskita.net/wp-content/uploads/2011/05/PMP-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Redaksi Waraskita berkesempatan untuk mewancarai Pauline Tannos, salah satu pendiri dari Peduli Merah Putih (PMP), <a href="http://pedulimerahputih.tumblr.com/" target="_blank"><strong>pedulimerahputih.tumblr.com</strong></a>. PMP adalah organisasi swasta berbasis di Jakarta, Indonesia yang mengumpulkan dana untuk membiayai sekolah anak yang kurang mampu. PMP dimulai dari tahun 2010 sebagai grup sekelompok mahahasiswa yang ingin membawa perubahan bagi kehidupan anak di Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Redaksi (R)</strong>: Apa latar belakang dari Peduli Merah Putih?<br />
<strong>Pauline (P):</strong> PMP adalah sebuah klub yang sebagian besar isinya mahasiswa/i. Kami pada dasarnya mengorganisir acara-acara penggalangan dana untuk disumbangkan bagi anak-anak yang mau sekolah. Sekarang ini PMP punya 3 officer yang tetap dan sangat komit, tapi juga banyak bantuan sukarela yang tak terhitung jumlahnya untuk acara-acara tertentu.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>R:</strong> Apa inspirasi Pauline untuk memulai PMP?<br />
<strong>P:</strong> Saya memang dari dulu sempat berniat untuk membuat sesuatu yang seperti ini dengan teman baik saya, Jessi yang sekarang tinggal di Los Angeles. Tapi memang paling susah untuk memulainya karena banyak yang harus dikerjakan. Namun saya juga diinspirasi oleh ibu saya yang banyak melakukan kegiatan sosial, itu semua bagus, tetapi kenapa tidak saya melakukan sesuatu untuk yang seumuran saya, anak muda, sehingga banyak teman yang membantu, seperti misalnya konser. Jadi bersenang-senang sekaligus membantu. Jadi saya pikir ini konsep yang boleh juga untuk dimulai karena tidak banyak yang seperti itu. Organisasi kebanyakkan bersifat serius atau anggotanya tidak seumuran kita.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>R:</strong> Bagaimana sejarah dari PMP?<br />
<strong>P:</strong> Kalau keinginan sih sudah ada dari dulu, namun dulu mungkin baru sebatas omongan, belum ada motivasi. Tapi sejak kuliah, saya sadar semenjak masih ada waktu, belum kerja full-time, kenapa tidak sekarang. Dulu saya merasa normal aja bisa ke SMA, tetapi saya sadar bahwa itu bukan hal yang normal bagi semua orang, dan banyak orang yang tidak bisa. Semakin lama saya semakin sadar, saya sebagai orang yang punya kelebihan dan punya waktu untuk membantu, tidak boleh cuek lagi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>R:</strong> Mengapa PMP memutuskan untuk fokus di Pendidikan dan membantu menyekolahkan anak-anak?<br />
<strong>P:</strong> Pada awalnya memang kita banyak pilihan, namun kita pikir-pikir karena kita baru mulai, kita harus fokus ke hal yang esential, yaitu pendidikan, karena pendidikan akan berpengaruh ke lingkungan, ekonomi, dll. Apalagi di Indonesia, ini masih sangat menyedihkan kondisinya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>R:</strong> Bagaimana demografis murid di PMP?<br />
<strong>P:</strong> PMP sekarang mensponsori 14 anak, walau pun tidak semuanya full. Sebagian besar di Jakarta, namun ada juga yang di Cirebon, Depok. Sebagian besar SD, ada beberapa yang SMP dan SMA juga. Kemampuan mereka pun berbeda-beda. Yang pasti kita hanya memilih anak-anak yang punya kemampuan, berprestasi, dan tidak mampu. Untuk proses seleksinya, kita bekerja sama dengan organisasi lain yang mencarikan anak-anaknya. Ada juga yang ada anak-anak di sekitar kita, namun tidak kita perhatikan saja biasanya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>R:</strong> Jadi dalam pelaksanaannya, PMP sudah berpartner dengan siapa saja?<br />
<strong>P:</strong> Partner pertama kita adalah yayasan Griya Asih, yayasan di Cempaka Putih, Jakarta. Mereka menampung anak-anak jalanan, lalu kita membantu uang sekolah mereka. Lalu pernah juga dengan Yayasan Usaha Mulia di Fatmawati. Terakhir ini kita bekerja sama dengan Conciuous Filmworks. Organisasi yang berbasis di Costa Rica. Kita melakukan kerjasama dalam wujud penggalangan dana.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>R:</strong> Bagaimana operasional PMP dengan Pauline, Parter di Amerika dengan pelaksanaan di Indonesia, dan teman-teman di Amerika?<br />
<strong>P:</strong> Kali ini kami sedang berusaha untuk mensosialisasikan klub ini lebih baik. Saya sendiri sedang berusaha untuk membuka chapter di kampus ini (University of Illinois &#8211; Urbana Champaigne) sehingga setelah saya lulus ada kelanjutannya. Tetapi hal ini tentu saja tidak mudah, karena mahasiswa/i sibuk dengan kegiatan lain dan tidak mudah saja untuk mengurusi hal yang jauh secara geografis. Saya sendiri sering pulang ke Indonesia, sehingga anak di Indonesia sendiri kita terus kontrol perkembangannya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>R:</strong> Apa saja kegiatan atau acara yang sudah dilakukan PMP di Amerika maupun di Indonesia?<br />
<strong>P:</strong> Acara-acara kami sudah termasuk Charity Dinner, jadi acara makan-makan dengan hasil penjualan akan disumbangkan. Walau hasil itu kecil, namun membuat kami sadar bahwa membantu itu mudah sekali, dengan makan-makan saja kami dapat membantu. Lalu kami juga membuat Pasar Murah, dimana kami mengumpulkan barang-barang bekas, dijual dengan harga murah. Yang terakhir adalah Jazz Night. Kami dibantu oleh teman-teman yang belajar musik disini. Mereka menampilkan pertunjukan jazz dan hasil tiket akan disumbangkan</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>R:</strong> Apa saja tantangan menjalani PMP?<br />
<strong>P:</strong> Tantangan banyak sekali yah, ada yang dari luar ada yang dari dalam sendiri. Kadang-kadang merasa malas aja, saya butuh teman untuk menyemangati, seperti partner saya. Kalau untuk tantangan dari luar, menemukan murid sih mudah, tapi sulit mengontrol bagaimana mereka belajar atau berkemauan untuk sukses. Contohnya, ada dua anak yang sudah kami sponsori akhirnya mundur, dan rasanya seperti sebuah kegagalan, karena kita sudah memilih dan mengeluarkan duit. Tapi saya percaya dari semua anak itu, pasti ada yang suatu hari menjadi sukses.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>R:</strong> Jika ada pertanyaan atau ingin membantu, bagaimana menghubungi PMP?<br />
<strong>P:</strong> Kami mempunyai website, alamatnya <a href="http://pedulimerahputih.tumblr.com/" target="_blank"><strong>pedulimerahputih.tumblr.com</strong></a>. Disana ada icon untuk menghubungi kami.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>R:</strong> Apa ada pesan untuk teman-teman yang masih muda, khususnya untuk memulai sesuatu yang seperti PMP, memberi aksi positif untuk Indonesia?<br />
<strong>P:</strong> Menurut saya, yang terpenting adalah, jangan takut untuk memulai membantu, karena memulai adalah sesuatu hal yang paling susah. Tetapi setelah sekali saja mengulurkan tangan, itu akan mengubah hidup kamu. Sebagai seorang Indonesia. menurut saya kita perlu membantu sesama, apalagi kita begitu beruntung. Sebetulnya, membantu itu tidak susah, bahkan dengan jumlah uang yang sangat kecil yang bagi kita tidak ada apa-apanya, bagi orang lain itu bisa merubah hidup mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Ikuti Warung Aspirasi Kita (Waraskita) di <a href="http://www.facebook.com/waraskita" target="_blank"><strong>Facebook</strong></a> dan <strong><a href="http://www.twitter.com/waraskita" target="_blank">Twitter</a></strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Video dari Full Interview bersama dengan Pauline Tannos, co-Founder dari Peduli Merah Putih (PMP):</p>
<p><iframe width="480" height="390" src="http://www.youtube.com/embed/Y9FFQ6B6Dco" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p style="text-align: justify;">
<img src="http://waraskita.net/?ak_action=api_record_view&id=657&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://waraskita.net/profil-liputan/interview-peduli-merah-putih/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perjalanan Festival ke-2: Indonesian Cultural Night 2011</title>
		<link>http://waraskita.net/seni-budaya/perjalanan-festival-ke-2-indonesian-cultural-night-2011</link>
		<comments>http://waraskita.net/seni-budaya/perjalanan-festival-ke-2-indonesian-cultural-night-2011#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Apr 2011 22:56:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Emmanuel Jefferson</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://waraskita.net/?p=610</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini adalah bagian kedua dari perjalanan saya mengunjungi dua sekolah di state Indiana yang mengadakan malam kebudayaan. Pada bagian kedua, saya berkunjung ke Indiana University di kota Bloomington, dimana...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://waraskita.net/wp-content/uploads/2011/04/bloomie11.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-614" title="bloomie1" src="http://waraskita.net/wp-content/uploads/2011/04/bloomie11-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Tulisan ini adalah bagian kedua dari perjalanan saya mengunjungi dua sekolah di state Indiana yang mengadakan malam kebudayaan. Pada bagian kedua, saya berkunjung ke Indiana University di kota Bloomington, dimana dimana Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat (Permias) Bloomington mengadakan Indonesian Cultural Night 2011. Bagian pertama saya dapat dilihat di <strong><a href="http://waraskita.net/seni-budaya/perjalanan-festival-indonesian-festival-2011">&#8220;Perjalanan Festival: Indonesian Festival 2011&#8243;</a>.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Indonesian Cultural Night 2011 ini diadakan pada tanggal 3 April di Indiana University, Bloomington. Acara yang dimulai sejak tahun 1996 ini merupakan acara tahunan untuk mengenalkan budaya Indonesia kepada komunitas masyarakat di Bloomington, Indiana. Komunitas Indonesia adalah salah satu komunitas terbesar di kampus ini dengan lebih dari 50 mahasiswa menempuh studi. Melalui acara ini, diharapkan komunitas masyarakat mengenal lebih dekat tentang budaya Indonesia, mulai belajar dan ekspolari lebih jauh tentang Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Acara ini dihadiri kurang lebih 150 orang yang berisikan teman sesama mahasiswa dari negara lain, staf dan dosen universitas, termasuk beberapa keluarga Indonesia yang tinggal di Bloomington, Indiana. Ikut mendukung acara ini adalah Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Chicago. Acara ini dibuka dengan pemutaran video mengenai Indonesia yang kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Bagi saya yang sudah lama tidak menyanyikan Indonesia Raya, rasanya cukup merinding dan bangga untuk menyanyikannya lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Teman mahasiswa Bloomington memulai pertunjukan pertama dengan Tari Saman yang berasal dari propinsi DI Aceh. Tari Saman bisa dibilang salah satu tarian Indonesia yang sangat populer untuk ditampilkan di luar negeri, dan 10 penari ini mampu membawakannya dengan rapih. Untuk musik, mereka memainkan lagu national Indonesia Raya dengan menggunakan instrumen Angklung. Mereka juga menampilkan beberapa pakaian traditional dari beberapa daerah seperti Bali, Jawa, Sumatera. Tidak hanya budaya traditional yang dipertunjukkan, tetapi juga budaya pop modern melalui musik akustik yang memainkan tiga lagu pop.</p>
<p style="text-align: justify;">KJRI Chicago ikut meramaikan pertunjukan dengan Tari Jaipongan dari Jawa Barat. Tarian yang sudah sangat identik dengan kesenian Jawa Barat ini banyak ditampilkan di acara sambutan tamu asing di Jawa Barat, misi kebudayaan, bahkan banyak pertunjukan rakyat dan musik dangdut modern banyak dipengaruhi oleh Jaipong. Instruktur kesenian dari KJRI, Ngurah Kertayuda, menampilkan tarian Kebyar Duduk dari Bali. Menurut beliau, tarian ini sudah berusia kurang lebih 58 tahun. Sesuai dengan namanya, tarian ini ditampilkan dengan penari yang duduk dan memainkan gerakan badannya secara harmonis dengan musik gamelan pengiring.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam sambutannya, Pak Sunan, perwakilan dari KJRI Chicago, menyampaikan apresiasinya kepada komunitas Indonesia di Bloomington untuk mengadakan acara seperti ini. Beliau menantang kita untuk tidak hanya menikmati dan menjaga budaya traditional Indonesia, tetapi juga bagaimana kita sebagai warga Indonesia untuk ikut mengerti arti di balik budaya itu. Pak Sunan juga menyebutkan mengenai rencana dari KBRI Washington untuk seluruh Amerika Serikat, yaitu Batik Competition. Hadiah termasuk tiket pulang pergi untuk berwisata ke Indonesia dan hadiah tunai $100,000.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi Permias Bloomington, seperti disampaikan Presiden Permias, Jessica Tjung, mengadakan Indonesian Cultural Night setiap tahun bukanlah kewajiban mereka. Tetapi mereka merasa sebagai warga Indonesia, sudahlah layak untuk terus menjaga dan mengenalkan budaya Indonesia kepada komunitas di Amerika Serikat. Semangat inilah yang saya rasa patut kita contoh dan bisa menjadi asset pemersatu bangsa.</p>
<p style="text-align: justify;">Ikuti Warung Aspirasi Kita (Waraskita) di <strong><a href="http://www.facebook.com/waraskita" target="_blank">Facebook</a></strong> dan <strong><a href="http://www.twitter.com/waraskita" target="_blank">Twitter</a></strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Berikut adalah video penampilan dari Indonesian Cultural Night 2011:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tari Saman &#8211; DI Aceh</strong></p>
<p><iframe title="YouTube video player" width="425" height="349" src="http://www.youtube.com/embed/9HhxPnMdCUY" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tari Jaipongan &#8211; Jawa Barat</strong></p>
<p><iframe title="YouTube video player" width="425" height="349" src="http://www.youtube.com/embed/zXPWjdkFsuw" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Angklung &#8211; Indonesia Raya</strong></p>
<p><iframe title="YouTube video player" width="425" height="349" src="http://www.youtube.com/embed/f_5JIj3BXVw" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tari Kebyar Duduk &#8211; Bali</strong></p>
<p><iframe title="YouTube video player" width="425" height="349" src="http://www.youtube.com/embed/vR3GIspROIo" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Fashion Show</strong></p>
<p><iframe title="YouTube video player" width="425" height="349" src="http://www.youtube.com/embed/r1hA5C9YgNs" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Musik Pop Akustik</strong></p>
<p><iframe title="YouTube video player" width="425" height="349" src="http://www.youtube.com/embed/NnTe5O4Rp5k" frameborder="0" allowfullscreen></iframe><br />
<iframe title="YouTube video player" width="425" height="349" src="http://www.youtube.com/embed/3AR8be4trss" frameborder="0" allowfullscreen></iframe><br />
<iframe title="YouTube video player" width="425" height="349" src="http://www.youtube.com/embed/aJ3qepA9HrA" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p style="text-align: justify;">
<img src="http://waraskita.net/?ak_action=api_record_view&id=610&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://waraskita.net/seni-budaya/perjalanan-festival-ke-2-indonesian-cultural-night-2011/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perjalanan Festival: Indonesian Festival 2011</title>
		<link>http://waraskita.net/seni-budaya/perjalanan-festival-indonesian-festival-2011</link>
		<comments>http://waraskita.net/seni-budaya/perjalanan-festival-indonesian-festival-2011#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Apr 2011 22:56:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Emmanuel Jefferson</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://waraskita.net/?p=624</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini adalah bagian pertama dari perjalanan saya mengunjungi dua sekolah di state Indiana yang mengadakan malam kebudayaan. Pada bagian pertama, saya berkunjung ke sekolah alumni saya, Purdue University, dimana...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://waraskita.net/wp-content/uploads/2011/04/purdue1.jpg"><img src="http://waraskita.net/wp-content/uploads/2011/04/purdue1-150x150.jpg" alt="" title="purdue1" width="150" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-651" /></a>
<p style="text-align: justify;">Tulisan ini adalah bagian pertama dari perjalanan saya mengunjungi dua sekolah di state Indiana yang mengadakan malam kebudayaan. Pada bagian pertama, saya berkunjung ke sekolah alumni saya, Purdue University, dimana Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat (Permias) Purdue mengadakan Indonesian Festival 2011. Bagian kedua saya dapat dilihat di <strong><a href="http://waraskita.net/seni-budaya/perjalanan-festival-ke-2-indonesian-cultural-night-2011">&#8220;Perjalanan Festival ke-2: Indonesian Cultural Night 2011&#8243;</a>.</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Indonesian Festival adalah salah satu acara terbesar yang diadakan oleh Permias Purdue. Acara lain yang biasa mereka adakan seperti Purdue Cup, ajang kompetisi olahraga antar mahasiswa Indonesia di Midwest area. Tercatat lebih dari 130 orang mahasiswa dari Indonesia sedang melanjutkan kuliahnya di Purdue University. Sebagai warga negara Indonesia, sudah menjadi kebanggaan dari teman Permias untuk membagikan kebudayaan Indonesia kepada masyarakat international, khususnya komunitas warga West Lafayette, Indiana. Acara ini didukung oleh Konsulate Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Chicago dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Washington.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada panggung acara, Permias Purdue menampilkan tarian, musik dan drama traditional. Acara dibuka dengan Tarian Tor-Tor dari Sumatera Utara. Tarian ini sering dipakai dalam ritual yang berhubungan dengan roh. Mereka juga menampilkan Tari Pendet dari Bali. Tari ini salah satu tarian yang paling populer dipertunjukkan dalam berbagai macam misi kebudayaan international. Beberapa lagu daerah seperti &#8220;Si Patokaan&#8221;, &#8220;O Ina Ni Keke&#8221; dan &#8220;Ampar-Ampar Pisang&#8221; pun dengan indah disenandungkan. Yang menarik dari pertunjukan musik ini adalah adanya beberapa orang dari Rusia, Malaysia, Vietnam, ikut menjadi penyanyi. Pertunjukan drama menjadi pertunjukan yang paling banyak menarik perhatian penonton. Permias Purdue menampilkan kisah &#8220;Tujuh Bidadari&#8221;, menceritakan 7 bidadari yang turun ke bumi, namun satu tak dapat kembali sehingga akhirnya memutuskan untuk tinggal di bumi dan menikahi seorang pria.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak cuma menonton, tapi para penonton dapat mengunjungi beberapa meja booth untuk mengenal lebih dalam tidak hanya budaya, tetapi juga geografis, bahasa, kekayaan flora dan fauna, ekonomi dari berbagai macam daerah di Indonesia. Tampak ada 4 ruangan yang mewakili daerah Jawa, Bali, Sumatera dan Papua. Di setiap ruangan ada tour guide yang siap menyambut tiap pengunjung, menjelaskan tentang daerahnya serta menjawab setiap pertanyaan yang ada.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau berbicara budaya Indonesia, tidak akan lepas namanya ke-khas-an makanan Indonesia. Para pengunjung disajikan makanan Indonesia yang dimasak langsung oleh Permias sendiri. Menu yang tersedia antara lain: Ketoprak, Soto Betawi, Ayam Goreng Kalasan, Telur Gudeg, Telur Balado, Tahu Telor dan Es Teler.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai teman alumni, menjadi suatu kebanggaan tersendiri bahwa acara Indonesian Festival ini dapat terus berlangsung setiap tahun. Acara yang sudah dimulai dari sejak tahun 90-an ini dapat terus memukau komunitas Purdue University. Semoga semangat misi kebudayaan ini tak kan hilang dan dapat terus menjadi ujung tombak untuk semakin menduniakan Indonesia dan menaklukan globalisasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Ikuti Warung Aspirasi Kita (Waraskita) di <strong><a href="http://www.facebook.com/waraskita" target="_blank">Facebook</a></strong> dan <strong><a href="http://www.twitter.com/waraskita" target="_blank">Twitter</a></strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Berikut adalah video penampilan dari Indonesian Festival 2011:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tari Tor-Tor &#8211; Sumatera Utara</strong></p>
<p><iframe title="YouTube video player" width="560" height="349" src="http://www.youtube.com/embed/g5eVaT28ZpI" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tari Pendet &#8211; Bali</strong></p>
<p><iframe title="YouTube video player" width="560" height="349" src="http://www.youtube.com/embed/fFjrnoN76go" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Lagu Rakyat</strong></p>
<p><iframe title="YouTube video player" width="560" height="349" src="http://www.youtube.com/embed/5a7kXp7L8Ko" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Drama Joko Tarup dan 7 malaikat</strong></p>
<p><iframe title="YouTube video player" width="560" height="349" src="http://www.youtube.com/embed/7ULnglLBkbw" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<img src="http://waraskita.net/?ak_action=api_record_view&id=624&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://waraskita.net/seni-budaya/perjalanan-festival-indonesian-festival-2011/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

