Kunjungan Pak Budi Soehardi Dari Panti Asuhan Roslin

Robert dan Chris bersama Pak Budi

Kami masyarakat Chicago telah diberkati dengan kunjungan Pak Budi Soehardi, pendiri Panti Asuhan Roslin (Roslin Orphanage) dan CNN Hero 2009 pada tanggal 16 October 2011 yang lalu.  Sedikit informasi tentang latar belakang Panti Asuhan Roslin.  Panti Asuhan Roslin terletak di Timor Barat, sekitar 10 menit dari “Bandara Eltari” di Kota Kupang. Didirikan oleh Pak Budi dan istri, Ibu Peggy, yang secara resmi dibuka oleh provinsi Nusa Tenggara Timur Gubernur pada tanggal 6 Maret 2002.  Pak Budi sehari-harinya bekerja sebagai seorang pilot maskapai penerbangan dengan Singapore Airlines dan Ibu Peggy adalah pramugari udara dengan Garuda selama 9 tahun, kemudian Ibu Peggy menjadi seorang istri rumah dan sekarang sebagai pengambil perawatan dan manajer untuk panti asuhan Roslin.  Sampai April 2011, Panti Roslin telah mengasuh 70 anak-anak yang mayoritas dari mereka berada di bawah 10 tahun dan mereka telah tinggal di panti asuhan semenjak mereka bayi yang hanya beberapa hari saja umurnya. Anak bungsu adalah 6 bulan dan tertua adalah 21 tahun.  Ukuran panti asuhan adalah 11.150 meter persegi, dengan 8 bangunan sekarang dan 4 gedung lagi akan dibangun di masa depan.

Acara perkenalan dan presentasi Pak Budi dipersembahkan oleh Elevation Project, organisasi non-profit di Chicago yang terdiri dari kelompok sukarelawan Indonesia yang percaya dalam mendukung dan mempromosikan program pendidikan di Indonesia serta bermitra dengan lokal organisasi non-profit untuk memberdayakan warga Indonesia yang tinggal di luar negeri untuk memberikan kembali kepada komunitas lokal mereka.  Elevation Project adalah salah satu pendukung Panti Asuhan Roslin.

Kunjungan Pak Budi dibagi menjadi 2 acara, pertama adalah acara presentasi oleh Pak Budi pada sore hari dan disambung dengan acara makan malam untuk ramah-tamah dan penggalangan dana pada malam harinya.  Dalam acara presentasi pada sore hari yang dihadiri sekitar 40 tamu, Pak Budi menceritakan asal mula mengapa beliau mendirikan panti asuhan tersebut yang dimulai pada tahun 1999 oleh perjalanan yang tidak direncanakan ke kamp pengungsi Timor Timur.  Setelah beberapa perjalanan ke kamp-kamp pengungsi, Pak Budi dan keluarga memutuskan untuk menjaga dan memelihara beberapa bayi yang ditinggalkan di sebuah rumah kontrakan di Kota Kupang. Setelah merasa perlu memiliki tempat yang tetap, Pak budi memutuskan untuk membangun panti asuhan sendiri.

Panti Asuhan Roslin resmi dibuka pada tanggal 6 Maret 2002.  Roslin sekarang telah menjadi rumah dan keluarga untuk banyak anak-anak yang membutuhkan.  Pak Budi berkata bahwa nama panti asuhan Roslin itu sebenarnya kurang sesuai karena mereka semua adalah satu keluarga, nama yang tepat adalah Keluarga Roslin.  Banyak anak-anak Roslin yang bermula dari bayi-bayi yang kurang gizi, yang tidak sehat dan lahir pre-mature, akan tetapi Pak Budi dan kelurga memberi mereka hidup dan harapan sehingga mereka bisa hidup memenuhi petensi mereka.  Mereka sekarang bisa belajar, bersekolah, saling membantu di panti asuhan dan belajar bermandiri tentang bagaimana menjadi wiraswasta yang sukses.  Salah satunya kegiatan di Roslin adalah mengajar anak-anak untuk membantu mereka sendiri dengan mengajarkan mereka bagaimana bertani, beberapa pelatihan keterampilan kejuruan yang berguna dan kegiatan produktif seperti penanaman kacang tanah, jagung, padi, tanaman pembibitan dan banyak lainnya.

Pak Budi

Roslin mempunyai beberapa tanah di sekitar panti asuhan yang kering dan penuh semak berduri.  Pak Budi mengakui bahwa adalah suatu mujizat bahwa ketika mereka membuka tanah itu mereka menemukan sumber mata air yang terus mengalir dan dapat langsung diminum.  Tanah yang sebesar 2 hektar itu akhirnya dipakai sebagai sawah yang menyediakan beras untuk panti asuhan.  Roslin telah berswasembada beras mulai dari tahun 2008.

Pak Budi tidak hanya berhenti dengan membangun dan memenuhi kebutuhan panti asuhan Roslin di Kupang, Timor.  Pak Budi juga membantu komunitas di Timor.  Timor adalah daerah di Indonesia yang telah provinsi terkering di Indonesia di mana curah hujan adalah yang paling terendah. Timor adalah provinsi termiskin di Indonesia dimana air dan pendidikan yang hal yang paling dibutuhkan. Banyak sekolah SD yang tidak layak, dimana tembok-tembok banyak lupang, dan meja kursi untuk belajar tidak layak pakai.  Dari awal Roslin telah memfokuskan bahwa usaha untuk membantu anak-anak adalah melalui pendidikan.  Roslin telah membangun 2 perpustakaan dan kemudian dengan bantuan Rotary Internasional Roslin telah menjalankan dua perpustakaan dan 2 perpustakaan keliling untuk orang-orang yang tidak bisa datang ke perpustakaan mereka.

Air adalah sesuatu yang orang-orang di Timor Barat sangat membutuhkan, mereka sangat membutuhkan akses ke air bersih dan air minum. Anak-anak sering kali harus meninggalkan sekolah untuk berjalan beberapa kilometer untuk mengambil air dengan membawa ember-ember air.  Selama musim kemarau di Timor (Bulan Juni-November) angka kematian bayi adalah yang tertinggi terutama pada bulan Oktober dan November. Penyakit karena bakteri udara dan kurangnya air bersih untuk mencuci hal adalah faktor utama.  Roslin membantu warga Kupang dengan membagi-bagikan makanan untuk membantu warga yang kelaparan karena kurangnya air untuk membantu mereka bercocok tanam.  Roslin bekerja sama dengan Rotary Club International memulai projek air bersih di Kupang.

Masyarakat Indonesia di Chicago bersama Pak Budi

Apa misi masa depan Panti Asuhan Roslin?

Roslin ingin mengatur asrama dengan lebih efisien untuk meningkatkan sekolah mereka, membangun sebuah sekolah yang tepat sehingga Roslin dapat mengajar dengan baik, terus memberikan makanan bergizi dan vitamin untuk anak-anak di bawah 5 tahun di dekat panti asuhan secara teratur, dan membuka perkebunan pisang dan buah-buah lainnya untuk mencukupi panti asuhan dan untuk menciptakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitar.  Roslin juga mempunyai tempat penginapan sebanyak 25 kamar untuk mencukupi kebutuhan dan juga untuk mendidik anak-anak tentang kewiraswastaan dan perhotelan.

Acara kemudian berlanjut dengan acara makan malam, di mana sekitar kurang lebih 50 tamu hadir, termasuk wakil-wakil dari Konsulat Jendral Republik Indonesia di Chicago.  Pak Budi banyak bercerita tentang kegiatan-kegiatan dan kenangan-kenangan manis dari panti asuhan Roslin.  Sumbangan sekitar Rp. 26 Juta dikumpulkan dari makan malam dan sumbangan-sumbangan lain.

Apa yang Roslin butuhkan dan bagaimana anda bisa membantu?

Roslin membutuhkan guru-guru dan para sukarelawan untuk membantu panti asuhan dan sekolah di Kupang.  Bantuan dana akan selalu membantu panti asuhan.  Silahkan kunjungin situs Roslin untuk informas lebih lanjut.

http://www.roslinorphanage.org

Pak Budi mendapat berkah atas jiwa social dan pengorbanan beliau dengan memenangkan gelar CNN Hero 2009.  Nasihat Pak Budi kepada kita generasi yang lebih muda:

- Bermimpilah yang besar, capailah dengan pelan-pelan akan tetapi lakukan segera.

- Jangan lewatkan kesempatan untuk melakukan langkah nyata yang kemudian.  Berlangkah terus untuk mencapai tujuan anda.

Rintangan adalah sesuatu yang harus kita atasi, bukan sesuatu yang menghambat kita untuk lebih maju.

Ikuti Warung Aspirasi Kita (Waraskita) di Facebook dan Twitter.