Angklung Indonesia Memecahkan Guiness Book of Records

Mang Ujo dan Pak Dubes merayakan keberhasilan

Pada tanggal 9 Juli 2011, Indonesia mencetak rekor baru di Guinness World Records untuk Penampilan Angklung terbesar di dunia. Seperti yang kita tahu, Angklung adalah alat traditional bamboo khas Indonesia yang sudah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia milik Indonesia. Acara berlangsung di ibu kota Amerika Serikat, Washington DC.

Acara diawali dengan konser band pada jam 1 siang dengan tampilan Reog Ponorogo, Pencak Silak, Musik Aborigin, Interfaith concert, musisi Sherina, Denada, dan Air Supply. Selain ada pertunjukan acara, ada juga stand penjual makanan. Mereka menjual berbagai macam makanan Indonesia seperti: sate ayam, sate sapi, jus alpukat, sayur kacang merah. Acara angklung dimulai pada jam 5 sore. Pada Jam 4:30 sore Mang Ujo sebagai pemandu angklung mengajak para hadirin untuk berlatih lagu “We Are the World”. Sekitar jam 5:30 sore kita memulai bermain Angklung dan pada Jam 6 di umumkan dan tercatat 5182 orang datang untuk bermain angklung.

Peserta merayakan keberhasilan pemecahan rekor

Saya pribadi sangat antusias untuk berpartisipasi dalam festival angklung ini. Saya mengundang teman Amerika untuk bisa datang berpartisipasi dalam permainan angklung ini. Menurut saya festival angklung ini sebagai ajang untuk memperkenalkan budaya Indonesia. Saya merasa terharu bisa bermain angklung bersama dengan sekian banyak teman-teman Indonesia dan juga orang-orang dari berbagai macam negara. Walaupun di hari itu udaranya sangat panas sekali namun saya tetap berantusias untuk bermain angklung dan juga, sebelum permainan angklung di mulai, saya dan teman-teman mengantri untuk membeli makanan Indonesia di salah satu stand makanan yang berjualan di Festival Angklung. Saya perlu menunggu selama 45 menit lamanya. Sangat tidak sia-sia karena makanan memang enak.

Kepuasan yang saya rasakan dari festival angklung ini terjadi ketika pengumuman akan jumlah pemain angklung melebihi target yang diharapkan, yaitu sebanyak 5182 peserta. Sewaktu saya dalam perjalanan menuju pulang ke rumah, di dalam kereta saya banyak melihat orang-orang membawa angklung dan ada beberapa orang yg bertanya kepada saya apa itu barang yang saya pegang? Ada orang yg duduk di sebelah saya, orang Amerika, yang juga hadir dalam permainan angklung membantu mejelaskan. Sungguh gembira Indonesia menjadi terkenal juga setelah adanya festival ini.

Sertifikat tanda bukti kita berpartisipasi

Berikut adalah komentar dari teman saya yang warga negara Amerika: “Saya sangat bangga bisa ambil bagian dalam permainan angklung ini. Saya sangat beruntung kalau teman saya yang sekaligus adalah bekas teman sekerja saya, orang Indonesia mendorong saya untuk ikut bermain angklung. Saya sangat tertarik dengan kesempatan untuk bermain alat musik dari negara lain dan tidak dipungut biaya untuk berpartisipasi di dalamnya. Kesempatan ini cuma terjadi satu kali seumur hidup karena ternyata bisa masuk di dalam Guiness World Record. Sebagai mantan pemain musik, saya sangat menikmati bisa bermain musik berasama dengan lebih dari 5100 peserta dan sangat bersyukur untuk Kedutaan besar Indonesia yang telah meng-host acara ini. Saya harap bisa ada event seperti ini lagi dan saya akan membawa lebih banyak teman lagi.”

Berdasarkan pidato Pak Dino Patti Djalal, Duta Besar Indonesia untuk AS, dia sangat terharu bisa melihat banyak masyarakat dari berbagai bangsa turut berbartisipasi dalam acara angklung ini. Walaupun kita berbeda-beda dari berbagai macam kultur dan budaya namun kita bisa bersatu dalam acara festival angklung ini. “Inilah arti dari multi-kulturalisme” ujar Pak Dubes.

Ikuti Warung Aspirasi Kita (Waraskita) di Facebook dan Twitter.

Berikut adalah video laporan dari Voice of Indonesia (VOA) mewancarai Daeng Ujo, konduktor Angklung dan beberapa warga asing peserta angklung: