Cuplikan Indonesian Festival di Los Angeles, California

Indonesian Festival 2010 adalah acara tahunan yang diselenggarakan di Mariposa Ave, Los Angeles, CA untuk memperingati kemerdekaan negara Indonesia yang ke-65  tahun dan persahabatan ke-20 tahun antara Jakarta-Los Angeles. Acara ini diorganisir oleh Konsulat Jendral Republik Indonesia Los Angeles (KJRI LA).

Acara dibuka di jalan Mariposa dengan iring-iringan Reog Ponorogo  (Singa barong) yang dibedahi dengan apik oleh grup Siskandar tepat jam 10 pagi. Orang-orang yang sedang berjalan-jalan di daerah skitar merasa tergugah menyaksikan adanya Reog dan bertanya-tanya ada apa gerangan yang sedang terjadi. Ini memang sudah direncanakan untuk menarik perhatian orang-orang. Acara lalu dilanjutkan dengan penampilan Pencak Silat oleh Nabil Suharto, dan tari-tarian Manduda Batak, Tari Badinding, Tari Caca Marica, Tari Kipas, Tari Baris.

Kehadiran grup tari, yang diterbangkan langsung dari DKI Jakarta, menampilkan tarian Kembang Topeng dengan sangat memukau. Mereka terlihat sangat professional dan serasi. Tarian ini mengisahkan keriangan gadis-gadis Betawi. Ada adegan mereka tertawa bersama sambil menengok-nengok kebelakang dan tersipu-sipu berlari ke sudut lainnya. Rasa ini memang tim khusus yang dikirim DKI Jakarta untuk keliling negara-negara menarikan budaya negara kita ini.

Turut tampil pula adalah Gamelan Bali yang dilakoni oleh Bapak Made. Mereka latihan rutin setiap minggu di Cal Arts dan University of California Los Angeles (UCLA) oleh Professor Wenten. Gamelan Jawa dan Gamelan Bali mempunyai beberapa perbedaan dari sisi teknik dan penerapannya. Warna musik Gamelan Jawa bernuansa lebih tradisional dan formal, sedangkan Gamelan Bali lebih dinamis dan banyak gerakan dari pemainnya. Yang mengagumkan adalah kebanyakan pemain gamelan adalah orang asing, tercatat Hirotako Inuzuka (yang dilingkari hitam) adalah orang Jepang, penabuh gong (baju putih) adalah Jim Gonzales, orang Mexico dan juga sekelompok warga Amerika yang rajin datang latihan tiap minggu jauh-jauh dari San Diego (sekitar 3 jam perjalanan mobil). Kita patut berbangga bahwa banyak orang asing tertarik untuk  mempelajari budaya kita sendiri.

Salah satu booth yang menarik adalah World Harvest yang bekerjasama dengan KeongMas (organisasi nirlaba dari Indonesia). Mereka menjual boneka-boneka pengantin dari berbagai daerah Indonesia, seperti pengantin Aceh, Batak, dll. Mereka tidak hanya duduk di booth saja, namun juga turun ke jalanan menawar-nawarkan boneka tersebut. Juga dijual di booth tersebut adalalah batik Pekalongan. Bahannya tipis sejuk dan tidak terlalu panjang, ideal untuk dijadikan syal.

Ada juga yang menjual Batik (Indra Aris Batik), caranya unik, jadi seperti jualan tile. Batiknya tidak ada, yang ada hanya pola-nya saja. Batik ini bukan diimport dari Indonesia, tapi dibuat langsung oleh artis batik yang namanya Ferril Nawir, beliau berkata bahwa kanvasnya bukan dari kertas namun kain, air dan warna dilebur menjadi suatu karya seni bernama batik. Studionya ada di downtown LA. Lalu ada juga yang menjual keris, dan ibu-ibu Darmawanita KJRI jualan batik dari Indonesia dimulai dari $35 ke-atas. Yang mengejutkan ada juga meja yang didedikasikan untuk orang Utan, untuk terus menghimbau pengunjung untuk melestarikan orang utan di Indonesia.

Booth-booth makanan sebangsa Simpang Asia, Bali Island, Chiky, Satay Heidi ramai berjualan dan membuat macet jalanan oleh antrian orang-orang. Yang paling laris adalah martabak manis (terang bulan). Di Simpang Asia, mereka menjual setengah dus juga $6.99 (Cuma dapat 4 potong segitiga) dan 1 dus $16, kalau di Chicky mereka menjual langsung 1 dus. Saat saya ingin beli sekitar jam 3 sore, martabak sudah laris habis dijual. Chiky juga menjual gado-gado dan es cendol. Tip Top Mart menjual dengan harga diskon kacang Garuda dan teh botol (6 biji hanya $2). Terus ada yang jualan jamu (Ny. Meneer). Saya baru tahu kalau Ny. Meneer tidak hanya menjual jamu-jamuan dan minyak kayu putih, tetapi juga ada obat kuatnya.

Acara dibuka secara resmi di panggung utama (di dalam lapangan parkir KJRI). Kata sambutan dari Bapak KonJen Subijaksono Sujono juga Sheriff Lee Baca, LA County Sheriff. Terdenger juga isu kalau Secret Service ikut juga terlibat menjaga keamanan

Pihak KJRI sangat teliti mempersiapkan acara tahun ini. Tahun ini mereka menyewa Spiderman bubble playground untuk anak-anak.

Ada satu bintang tamu yang sudah ditunggu-tunggu masyarakat Indonesia di LA datang juga sekitar jam 6 sore dari San Fransisco (beliau ada tampil di Indonesian Day juga di Bay area) adalah: HEDI YUNUS. Penyanyi jebolan Kahitna Band asal Bandung. Hedi membuka booth dimana pengunjung bisa membeli CD terbaru. Ibu-ibu dan berbagai anak remaja cukup histeris untuk berfoto dengan Hedi. Pada saat dia tampil, Hedi mengajak pengunjung untuk membeli CD terbarunya, karena hasil penjualannya akan disumbangkan untuk anak yatim piatu.

Setelah itu masyarakat Indonesia joget bersama, goyang dangdut sampai sekitar jam 11 malam. Malam yang berkesan karena Bapak KonJen Subijaksono Sujono sudah habis masa jabatannya di Los Angeles, jadi beliau akan meninggalkan Los Angeles pada tanggal 5 September 2010 nanti. Indonesian Festival ini menjadi event terakhir yang Bapak KonJen jalani di Los Angeles. Kami mengucapkan selamat tinggal kepada beliau dan selamat bertugas di tempat yang baru.

Ikuti Warung Aspirasi Kita (Waraskita) di Facebook dan Twitter.