Tulisan ini adalah bagian pertama dari perjalanan saya mengunjungi dua sekolah di state Indiana yang mengadakan malam kebudayaan. Pada bagian pertama, saya berkunjung ke sekolah alumni saya, Purdue University, dimana Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat (Permias) Purdue mengadakan Indonesian Festival 2011. Bagian kedua saya dapat dilihat di “Perjalanan Festival ke-2: Indonesian Cultural Night 2011″..
Indonesian Festival adalah salah satu acara terbesar yang diadakan oleh Permias Purdue. Acara lain yang biasa mereka adakan seperti Purdue Cup, ajang kompetisi olahraga antar mahasiswa Indonesia di Midwest area. Tercatat lebih dari 130 orang mahasiswa dari Indonesia sedang melanjutkan kuliahnya di Purdue University. Sebagai warga negara Indonesia, sudah menjadi kebanggaan dari teman Permias untuk membagikan kebudayaan Indonesia kepada masyarakat international, khususnya komunitas warga West Lafayette, Indiana. Acara ini didukung oleh Konsulate Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Chicago dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Washington.
Pada panggung acara, Permias Purdue menampilkan tarian, musik dan drama traditional. Acara dibuka dengan Tarian Tor-Tor dari Sumatera Utara. Tarian ini sering dipakai dalam ritual yang berhubungan dengan roh. Mereka juga menampilkan Tari Pendet dari Bali. Tari ini salah satu tarian yang paling populer dipertunjukkan dalam berbagai macam misi kebudayaan international. Beberapa lagu daerah seperti “Si Patokaan”, “O Ina Ni Keke” dan “Ampar-Ampar Pisang” pun dengan indah disenandungkan. Yang menarik dari pertunjukan musik ini adalah adanya beberapa orang dari Rusia, Malaysia, Vietnam, ikut menjadi penyanyi. Pertunjukan drama menjadi pertunjukan yang paling banyak menarik perhatian penonton. Permias Purdue menampilkan kisah “Tujuh Bidadari”, menceritakan 7 bidadari yang turun ke bumi, namun satu tak dapat kembali sehingga akhirnya memutuskan untuk tinggal di bumi dan menikahi seorang pria.
Tidak cuma menonton, tapi para penonton dapat mengunjungi beberapa meja booth untuk mengenal lebih dalam tidak hanya budaya, tetapi juga geografis, bahasa, kekayaan flora dan fauna, ekonomi dari berbagai macam daerah di Indonesia. Tampak ada 4 ruangan yang mewakili daerah Jawa, Bali, Sumatera dan Papua. Di setiap ruangan ada tour guide yang siap menyambut tiap pengunjung, menjelaskan tentang daerahnya serta menjawab setiap pertanyaan yang ada.
Kalau berbicara budaya Indonesia, tidak akan lepas namanya ke-khas-an makanan Indonesia. Para pengunjung disajikan makanan Indonesia yang dimasak langsung oleh Permias sendiri. Menu yang tersedia antara lain: Ketoprak, Soto Betawi, Ayam Goreng Kalasan, Telur Gudeg, Telur Balado, Tahu Telor dan Es Teler.
Sebagai teman alumni, menjadi suatu kebanggaan tersendiri bahwa acara Indonesian Festival ini dapat terus berlangsung setiap tahun. Acara yang sudah dimulai dari sejak tahun 90-an ini dapat terus memukau komunitas Purdue University. Semoga semangat misi kebudayaan ini tak kan hilang dan dapat terus menjadi ujung tombak untuk semakin menduniakan Indonesia dan menaklukan globalisasi.
Ikuti Warung Aspirasi Kita (Waraskita) di Facebook dan Twitter.
Berikut adalah video penampilan dari Indonesian Festival 2011:
Tari Tor-Tor – Sumatera Utara
Tari Pendet – Bali
Lagu Rakyat
Drama Joko Tarup dan 7 malaikat



