Perjalanan Festival ke-2: Indonesian Cultural Night 2011

Tulisan ini adalah bagian kedua dari perjalanan saya mengunjungi dua sekolah di state Indiana yang mengadakan malam kebudayaan. Pada bagian kedua, saya berkunjung ke Indiana University di kota Bloomington, dimana dimana Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat (Permias) Bloomington mengadakan Indonesian Cultural Night 2011. Bagian pertama saya dapat dilihat di “Perjalanan Festival: Indonesian Festival 2011″.

Indonesian Cultural Night 2011 ini diadakan pada tanggal 3 April di Indiana University, Bloomington. Acara yang dimulai sejak tahun 1996 ini merupakan acara tahunan untuk mengenalkan budaya Indonesia kepada komunitas masyarakat di Bloomington, Indiana. Komunitas Indonesia adalah salah satu komunitas terbesar di kampus ini dengan lebih dari 50 mahasiswa menempuh studi. Melalui acara ini, diharapkan komunitas masyarakat mengenal lebih dekat tentang budaya Indonesia, mulai belajar dan ekspolari lebih jauh tentang Indonesia.

Acara ini dihadiri kurang lebih 150 orang yang berisikan teman sesama mahasiswa dari negara lain, staf dan dosen universitas, termasuk beberapa keluarga Indonesia yang tinggal di Bloomington, Indiana. Ikut mendukung acara ini adalah Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Chicago. Acara ini dibuka dengan pemutaran video mengenai Indonesia yang kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Bagi saya yang sudah lama tidak menyanyikan Indonesia Raya, rasanya cukup merinding dan bangga untuk menyanyikannya lagi.

Teman mahasiswa Bloomington memulai pertunjukan pertama dengan Tari Saman yang berasal dari propinsi DI Aceh. Tari Saman bisa dibilang salah satu tarian Indonesia yang sangat populer untuk ditampilkan di luar negeri, dan 10 penari ini mampu membawakannya dengan rapih. Untuk musik, mereka memainkan lagu national Indonesia Raya dengan menggunakan instrumen Angklung. Mereka juga menampilkan beberapa pakaian traditional dari beberapa daerah seperti Bali, Jawa, Sumatera. Tidak hanya budaya traditional yang dipertunjukkan, tetapi juga budaya pop modern melalui musik akustik yang memainkan tiga lagu pop.

KJRI Chicago ikut meramaikan pertunjukan dengan Tari Jaipongan dari Jawa Barat. Tarian yang sudah sangat identik dengan kesenian Jawa Barat ini banyak ditampilkan di acara sambutan tamu asing di Jawa Barat, misi kebudayaan, bahkan banyak pertunjukan rakyat dan musik dangdut modern banyak dipengaruhi oleh Jaipong. Instruktur kesenian dari KJRI, Ngurah Kertayuda, menampilkan tarian Kebyar Duduk dari Bali. Menurut beliau, tarian ini sudah berusia kurang lebih 58 tahun. Sesuai dengan namanya, tarian ini ditampilkan dengan penari yang duduk dan memainkan gerakan badannya secara harmonis dengan musik gamelan pengiring.

Dalam sambutannya, Pak Sunan, perwakilan dari KJRI Chicago, menyampaikan apresiasinya kepada komunitas Indonesia di Bloomington untuk mengadakan acara seperti ini. Beliau menantang kita untuk tidak hanya menikmati dan menjaga budaya traditional Indonesia, tetapi juga bagaimana kita sebagai warga Indonesia untuk ikut mengerti arti di balik budaya itu. Pak Sunan juga menyebutkan mengenai rencana dari KBRI Washington untuk seluruh Amerika Serikat, yaitu Batik Competition. Hadiah termasuk tiket pulang pergi untuk berwisata ke Indonesia dan hadiah tunai $100,000.

Bagi Permias Bloomington, seperti disampaikan Presiden Permias, Jessica Tjung, mengadakan Indonesian Cultural Night setiap tahun bukanlah kewajiban mereka. Tetapi mereka merasa sebagai warga Indonesia, sudahlah layak untuk terus menjaga dan mengenalkan budaya Indonesia kepada komunitas di Amerika Serikat. Semangat inilah yang saya rasa patut kita contoh dan bisa menjadi asset pemersatu bangsa.

Ikuti Warung Aspirasi Kita (Waraskita) di Facebook dan Twitter.

Berikut adalah video penampilan dari Indonesian Cultural Night 2011:

Tari Saman – DI Aceh

Tari Jaipongan – Jawa Barat

Angklung – Indonesia Raya

Tari Kebyar Duduk – Bali

Fashion Show

Musik Pop Akustik