Sehari Mengunjungi Kota Cirebon

Terletak di perbatasan antara Jawa Barat dan Jawa Tengah, Cirebon adalah tempat persinggahan para pengemudi dari pelosok Jawa yang akan melanjutkan perjalanannya ke Jakarta atau Bandung.  Kota udang ini dikenal dengan kebersihannya (Seringkali menerima Penghargaan Adipura1) dan tentu saja makanannya. Siapa yang tidak mengenal dua makanan khas Cirebon, nasi lengko dan tahu gejrot?

Bila mengunjungi Cirebon dari Jakarta, sebaiknya menggunakan kereta api Cirebon Ekspres dibandingkan dengan mengendarai mobil.  Selain perjalanan yang lebih singkat (di bawah tiga jam) dan bebas macet, tentunya hemat ongkos bahan bakar.

Sebaiknya anda merencanakan tiba di Cirebon di pagi hari. Sehingga anda dapat bersarapan pagi soto Lamongan berserta dengan kerupuk aci khas Cirebon di Jalan Kembar. Di tahun 80-an, bapak penjual soto Lamongan ini masih menggunakan gerobak untuk menjajakan dagangannya. Tetapi karena sotonya laris manis, beliau akhirnya mampu membeli sepetak tanah di Jalan Kembar yang akhirnya menjadi tempat permanen kedainya. Untuk ke sana, anda bisa menggunakan becak, yang seringkali mangkal di depan stasiun kereta. Tentunya jangan lupa tawar menawar dengan sang tukang becak.

Tak perlu takut atau khawatir dengan becak. Berwisata di Cirebon tanpa becak itu bagaikan minum kopi tanpa gula. Apalagi banyak dari tukang becak ini ramah dan anda pun dapat meminta si mas untuk membawa anda bertamasya keliling Cirebon seharian dengan harga terjangkau.

Setelah sarapan pagi, anda dapat mengunjungi Keraton Kasepuhan. Keraton ini adalah tempat tinggal sultan dan ratu Kasepuhan dari dulu sampai sekarang. Di kompleks keraton ini terdapat sebuah museum dan sebuah sumur keramat yang konon airnya dapat menyembuhkan pelbagai macam penyakit.

Museum di Keraton Kasepuhan ini memberikan garis besar sejarah Cirebon. Di dalamnya anda bisa melihat pajangan keris-keris antik dan kereta kuda yang konon membawa Sunan Gunung Jati2 ke sekitar Jawa.

Di depan pintu gerbang Keraton Kasepuhan ini tertanam piring-piring Cina cantik yang memiliki kisahnya tersendiri. Konon Sunan Gunung Jati meminang seorang putri raja Mongolia karena beliau mampu membuat mujizat menerka siapa di antara putri-putrinya yang sedang mengandung. Putri sulung memang sedang mengandung, tetapi Sunan Gunung Jati menerka putri bungsunya. Sang raja menertawakannya dan mengajukan bawa putri bungsunya bisa menjadi istrinya jika dia memang benar mengandung. Selang beberapa bulan kemudian, sang putri bungsu hamil dan dinikahi dengan Sunan Gunung Jati yang lalu dibawa ke Pulau Jawa. Sang putri cina ini lalu membawa serta koleksi piring-piring Cina tersebut.

Selepas dari Keraton Kasepuhan, anda bisa menggunakan Angkutan Kota untuk pergi ke Kuningan yang terletak 20 kilometer ke utara. Kuningan terkenal dengan mata air panas dan masakan makanan lautnya. Jangan lupa membawa pakaian renang jika ingin menikmati segarnya mata air panas alami ini. Untuk makan siang, anda harus mencoba gurame cobek dengan beras merah yang disediakan di Restoran Laksana atau Alinda., serta gorengan yang gurih dan murah meriah di Hotel Sangkan Indah.

Tentunya anda juga perlu membeli oleh-oleh untuk sanak saudara dan teman-teman. Silahkan berkeliling di Pasar Kanoman yang sarat akan jajanan. Di sana, terutama kunjungilah Toko Sinta Manisan yang menjual berbagai macam keripik dan manisan. Yang sangat populer adalah manisan mangganya. Lalu ada pula Kedai A-Pun yang selalu ramai karena nasi Hainan-nya yang khas beserta jajanan titipan pedagang kue-kue lokal. Konon Presiden Megawati sempat memesan ratusan kue bike ambon dari salah satu pedagang kue tersebut untuk disajikan saat pertemuan pemerintah.

Sebelum anda mengejar kereta terakhir untuk pulang, anda perlu mengunjungi rumah makan nasi lengko dan sate kambing di Jalan Pagongan untuk makan malam. Jaraknya dekat dengan stasiun kereta api dan nasi lengkonya menurut penduduk Cirebon adalah yang paling tulen. Lalu anda dapat mencicipi kue tapel yang dijual di gang dekat kedai nasi lengko. Kue tapel bentuknya mirip dengan crepes-nya si Barat, namun kulitnya dibuat dari parutan kelapa dan santen serta berisikan potongan pisang raja yang ranum.

Dalam perjalanan kembali ke stasiun kereta api, tengoklah gedung-gedung penting bersejarah di Jalan Siliwangi. Anda akan melihat rumah dinas walikota dengan rusa-rusa yang berkeliaran di pekarangannya serta Masjid Agung yang terkesan seperti miniatur Taj Mahal-nya India.

Saya harap anda berdecak kagum saat sehari bertandang dan kelak segera kembali berkunjung ke kotaku yang tercinta ini.


1 Penghargaan tertinggi yang diberikan oleh Presiden RI untuk kota terbersih se-nusantara.
2 Salah satu dari sembilan wali yang menyebarkan ajaran Islam ke seluruh Indonesia.

Ikuti Warung Aspirasi Kita (Waraskita) di Facebook dan Twitter.