Puisi ini ditulis oleh Jeson Martajaya, kakak dari Meyrien Janevine. Untuk melihat artikel lain yang ditulis oleh Meyrien Janevine, bisa klik nama Jeson Martajaya.

Indonesia…..
pedasnya rujak beubeuk
hangatnya tahu tempe sumedang
nikmatnya soto babat
renyahnya ayam goreng McDonald
harumnya bakso bakwan…
Indonesia…..
terbayang teman sekelas waktu SMA
teman satu klub sepakbola
sahabat karib semenjak SD
kerabat dan saudara sepupu
dan juga…
mama papa
Indonesia….
sogok menyogok
Laskar Jihad……
perampok berkapak merah
penipu ahli hipnotis
penjarahan….
pemerkosaan
pembakaran hidup-hidup..
Ahh….mestinya….
Indonesia tempat hidup yang aman….
Indonesia tidak main sogok-sogokkan
Indonesia pejabatnya tidak korup
Indonesia tidak perang agama
Indonesia melindungi orang dari kedengkian dan
diskriminasi
mestinya…mestinya…dan mestinya..
semua itu hanyalah mimpi!
Keinginanku yang terdalam
dan IMPIAN idealisku
belaka..
Tetapi Tuhan…
Saat Engkau berbisik, “bantu negaramu”
aku berseru “Tidak bisa Tuhan! Uang dan keluarga bahagia adalah prioritasku”
Saat Engkau berbisik, “jangan korupsi”
aku berteriak “Tidak bisa Tuhan! KENYAMANANku lebih
penting daripada nasib satu bangsa”
Saat Engkau bilang, “bela kaummu dari ketidakadilan”
aku menjerit “Tidak bisa Tuhan! NYAWAku lebih penting daripada nyawa sesamaku.”
Buatku…Amerika adalah tempat pelarian
Tempatku lari dari impian yang tidak dapat aku capai
karena aku, takut untuk melepas keegoisanku
karena aku…
adalah produk dari generasi mestinya….
Ikuti Warung Aspirasi Kita (Waraskita) di Facebook dan Twitter.


